Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tanggul Kali Sunter jebol, Ahok marah-marah

Tanggul Kali Sunter jebol, Ahok marah-marah Banjir Sunter. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Jakarta diguyur hujan lebat pada akhir pekan lalu hingga menyebabkan kawasan utara terendam banjir. Bahkan, salah satu tanggul Kali Sunter jebol. Hal ini mengakibatkan, sepanjang Jalan Yos Sudarso tergenang air 10-70 sentimeter. Lalu lintas pun sempat lumpuh.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengungkapkan, jebolnya tanggul Sungai Sunter bukan diakibatkan karena meningkatnya volume air, melainkan sengaja dibuat begitu. Hal ini membuat dia geram kepada pihak kontraktor yang melakukannya.

"Ini betul-betul kurang ajar. Saya mau tanya, logika ya orang bukan BBSWC (Balai Besar Sungai Wilayah Citarum) tapi kontraktornya mau mengeruk sungai situasi lagi hujan masuk akan nggak mau masukin alat berat dengan cara menjebol tanggul? Kurang ajar kan," tegasnya di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (26/1).

Dia mengaku, saat itu sudah mendapatkan firasat aneh atas banjirnya kawasan utara Jakarta. Sebab kondisi Pintu Air Katulampa normal dan pasang dari laut juga tidak terjadi, namun Jalan Yos Sudarso terendam banjir.

Mantan Bupati Belitung Timur ini tidak menyebutkan siapa kontraktor yang menjadi dalang atas jebolnya tanggul Sungai Sunter ini. Namun Ahok menegaskan, seharusnya sebelum melakukan penjebolan harus melakukan kajian terlebih dahulu.

"Sekarang gini, kami mau jebolin sesuatu Dinas PU bilang butuh kaji dulu kan. Anda pakai otak nggak kontraktornya? Mau masuk ngeruk, lu jebolin tanggul. Memang tanggul nggak pakai semen? Semen bisa kering cepat? Ini musim hujan. Lebih baik nggak usah dikeruk dong," jelasnya.

Ahok mengungkapkan, kasus ini mirip dengan dugaan adanya sabotase di Kanal Banjir Barat. Saat itu ada pihak yang sengaja membuka pintu air dengan deras agar melewati tanggul.

Contoh lain juga terjadi pada tanggul yang dibuat di Ancol, Jakarta Utara. Tanggul ini untuk menampung hasil kerukan 13 sungai di Jakarta. Namun mendadak ada oknum yang sengaja menghancurkan tanggul tersebut.

"Ancol kalau buang ke laut mesti buat tanggul dong. Eh dihancurin pakai kapal tongkang. Padahal kapal tongkang itu nggak pernah ke pinggir pantai Ancol. Kenapa tiba-tiba bisa lewat? Makanya saya mau suruh laporin polisi saja sudah," tegasnya.

Sebelumnya, Wali Kota Jakarta Utara, Rustam Effendi mengatakan, untuk menanggulangi limpahan air, pihaknya akan membuat tanggul dengan karung pasir dan batu kali mulai dari tepian sisi timur Jl Yos Sudarso tepatnya di Plumpang hingga Artha Gading.

"Kalau dari Artha Gading sampai Cempaka Putih akan kita gunakan batu kali. Ini tengah kita upayakan agar segera bisa ditanggulangi," tegas Rustam kepada wartawan di depan Mal Artha Gading, Jakarta Utara, Jumat (23/1).

(mdk/ian)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP