Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tanggapi protes, Ahok tuding warga DKI kebiasaan curi duit KJP

Tanggapi protes, Ahok tuding warga DKI kebiasaan curi duit KJP Ahok berikan dana hibah Rp 30 miliar kepada Kostrad. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyindir bahwasanya masyarakat yang protes terkait Kartu Jakarta Pintar terbiasa ambil dana besar. Padahal kebijakan baru Ahok ialah siswa SD diberikan Rp 50 ribu untuk dicairkan setiap dua minggu sekali. Sementara siswa SMP atau SMA diberikan Rp 50 ribu dapat ditarik pada seminggu sekali.

"Ini tuh persoalannya otaknya sudah biasa mencuri duit pakai mau narik cash melulu terus ribut, saya sih diamin saja," kata Ahok di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (31/7).

Ahok mengaku bahwasanya tidak melakukan sosialisasi terlebih dahulu terkait kebijakan baru ini. Alasannya karena dia takut banyak yang protes dengan kebijakan baru tersebut di awal. Ahok tak mau protes masyarakat tersebut malah mengganggu proses eksekusi programnya.

"Ngapain sosialisasi nanti ribut lagi dari awal. Kalau saya bilang dari awal enggak bisa tarik kontan, wah pasti sudah demo tapi barang belum kelihatan nih. Paling bahaya sekelompok orang yang enggak puas menghasut orang terus menikmati itu yang bahaya," tuturnya.

"Kalau kemarin saya sudah bilang enggak bisa narik kontan, langsung sekelompok orang atau oknum yang enggak suka, langsung mempengaruhi dan program saya berantakan. Tapi kalau sekarang oknum kecil ini enggak bisa memprovokasi karena sebagian besar orang menikmati belanja dengan KJP," imbuhnya.

Sejauh ini menurut Ahok transaksi pembelian perlengkapan sekolah di salah satu toko buku dengan KJP sudah mencapai Rp 8 triliun. Dengan begitu menurutnya sudah banyak orang yang mengerti tentang peraturan, cara penggunaan, dan manfaat KJP.

"Kamu tahu enggak transaksi yang pakai KJP berapa ke Gunung Agung dan toko buku yang lain-lain? Rp 8 miliar! Artinya, sebagian yang enggak ngerti ya belajar ngerti dong nanti ada ngajarin pakai PIN dan lain sebagainya dari toko. Bahkan saya suruh Bank DKI kasih ke Asemka dan Mangga Dua pun inginnya bisa," terangnya.

(mdk/tyo)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP