Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tak masuk RTH, Ahok tegur Walkot Jaksel soal relokasi Kampung Leuser

Tak masuk RTH, Ahok tegur Walkot Jaksel soal relokasi Kampung Leuser Warga Kampung Leuser tolak penggusuran. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Rencana penertiban lahan Kampung Leuser, Hang Jebat, RT 08 RW 08, Kelurahan Gunung, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, menyita perhatian publik. Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengaku heran mengapa Wali Kota Jakarta Selatan, Tri Kurniadi amat bernafsu membongkar lahan itu.

"Saya tanya sama camat dan wali kota ada apa, apakah begitu penting? (Mau menggusur), kan saya sampaikan yang prioritas kita gusur adalah kalau mau normalisasi sungai waduk atau di jalur hijau," kata Ahok sapaan Basuki di Balai Kota, Jakarta, Selasa (10/5).

Ahok mengatakan, lahan Kampung Leuser bukan lah prioritas karena tidak masuk dalam rencana normalisasi kali, waduk atau yang berada di jalur hijau. "Itu yang penting yang akan kita tertibkan. Itu pun harus ada rusun," tegas Ahok.

Seperti diketahui, Pemprov DKI telah menerbitkan SP-1 pada tanggal 29 April 2016 atas rencana penggusuran Kampung Leuser. Dan kemudian, baru diberikan kepada warga tanggal 2 Mei 2016.

Dalam isi SP-1 sendiri yakni 7 x 24 jam setelah SP-1 diterima warga. Hari ini tepat tujuh hari setelah diberikan SP-1 kepada warga Lauser.

Berangkat dari isu akan digusur, para warga melakukan penjagaan ketat di setiap pintu masuk pemukiman mereka. Tiga pintu masuk ke Lauser itu masing-masing dipalang dengan besi dan digembok. Setiap warga yang mau keluar dan masuk ditanyai kepentingannya.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP