Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tak cuma temui lurah malas, Ahok kaget ada mandor PPSU dipegang LSM

Tak cuma temui lurah malas, Ahok kaget ada mandor PPSU dipegang LSM Petugas PPSU. ©2015 Merdeka.com/Dhea

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, menemukan ada posisi mandor di kelompok Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) yang didapuk sebagai mandor. Padahal jabatan itu tidak pernah dibuat, sebab pengawasan PPSU sepenuhnya merupakan tanggung jawab dari pegawai negeri sipil (PNS).

"Yang lebih gawat lagi, kami temukan di lapangan PPSU ada mandornya. Lucu enggak nih," kata Ahok, sapaan Basuki, di Balai Kota. Demikian dikutip dari situs resmi Pemprov DKI Jakarta, beritajakarta.com Senin (16/5).

Ahok mengamati keberadaan PPSU justru membuat sejumlah oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) malas. Padahal fungsi pengawasan berada pada PNS.

"Beberapa oknum PNS jadi malas juga, sedikit-sedikit maunya PHL, PPSU, PKWT. Lalu lu orang ngapain?" sambung Ahok dengan nada sedikit meninggi.

Ditambahkannya, PPSU yang menjabat sebagai mandor biasanya anggota dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Karena semua sosialisasi LSM, anggarannya sudah dicoret dari APBD DKI.

"Jadi PNS mempekerjakan mungkin LSM jadi PPSU, karena nggak ada lagi uang rapat, sosialisasi, jadi LSM diangkat jadi mandornya PPSU," katanya.

Padahal, dirinya sengaja merekrut PPSU sebagai pegawai kasar karena PNS tidak mungkin diminta untuk membersihkan saluran air. Namun, dia heran kanapa untuk mengawasi saja juga sulit.

"Kalau ada mandor, buat apa ada PNS begitu banyak. Kami menarik PPSU kan karena PNS tidak mungkin bersih-bersih got, tapi bukan berarti pengawasan pun PNS tidak mau lakukan," tandasnya.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP