Tak becus keruk waduk, kerja kadis Tata Air disorot Ahok
Merdeka.com - Bulan lalu, pejabat DKI eselon II dan III baru saja dimutasi Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. Meski demikian, masih ada pejabat DKI yang dianggap Ahok, sapaannya, kurang bekerja maksimal.
Salah satu pejabat yang dianggapnya tak maksimal adalah Kadis Dinas Tata Air, Tri Djoko Sri Margianto. "Memang enggak maksimal. Misal dinas tata air," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (14/9).
Ahok menilai kinerja Djoko dalam hal normalisasi waduk belum sesuai kemauannya. Pengerjaan pengerukan waduk dinilainya terlalu lama.
"Alat berat saya udah bilang kalau cuma ngeruk-ngeruk waduk kenapa sih enggak kasih 23 jam aja itu alat bekerja. Alasannya enggak ada operator. Waduh itu kan alasan saja. Masak swasta operator kita enggak bisa dapat?" kritiknya.
Tak hanya itu, tambahnya, Djoko juga selalu beralasan jumlah alat berat tak cukup.
"Loh kalau enggak cukup operator, beli alat sama saja dong?" jelasnya.
Dia menduga alasan itu cuma akal-akalan. "Lalu ke mana ujung kalimatnya? Kita sewa saja sama swasta. Artinya apa? Kickback. Kalau sama swasta kita bisa bagi-bagi duit," pungkasnya.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya