Tahun Ini, Pemprov DKI Naikkan Tarif Parkir
Merdeka.com - Pemprov DKI Jakarta akan menaikan tarif parkir pada tahun ini. Kenaikan tersebut sebagai bentuk implementasi Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 66 Tahun 2019 untuk mengurangi polusi udara di Ibu Kota.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan, pihaknya masih mengkaji berapa besar kenaikan tarif parkir tersebut. Namun wacana untuk menaikkan tarif parkir tersebut, rencananya akan dilakukan tahun ini.
"2019 (akan berlaku). Masih dikaji. Kalau 2020 mah lama banget. Pak Gubernur enggak mau lama-lama," katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (20/8).
Dia mengungkapkan, pihaknya juga tengah mengkaji wilayah yang akan terkena kenaikan tarif parkir itu. Apakah hanya di sekitar wilayah pemberlakuan ganjil genap atau merata. Salah satu tujuan kenaikan tarif ini adalah untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan sebagai salah satu upaya mencegah semakin memburuknya kondisi udara di Jakarta.
Sesuai arahan gubernur, Syafrin menjelaskan, pemberlakuan kenaikan tarif parkir akan dilakukan secara progresif. Jarak kenaikannya akan ditentukan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
"Kalau tarif parkir kita akan progresif. Kita akan adjust. Memang Pak Gubernur akan menetapkan range-nya dari A sampai Z misalnya. Kemudian dari situasional di lapangan saya akan tetapkan berapa price-nya," terangnya.
Kebijakan ini paralel atau sejalan dengan Ingub Nomor 66 yang diteken Anies Baswedan beberapa waktu lalu sebagai salah satu upaya penanganan memburuknya kualitas udara di Jakarta.
"Begitu kebijakan ini jalan ini otomatis menjadi kebijakan turunan yang menjadi satu kesatuan," ujarnya.
"Kita upayakan secepat mungkin," tambahnya.
Rencananya tarif parkir yang akan dinaikkan adalah di lahan parkir yang dikelola Dishub baik on street maupun pelataran. Sementara lahan yang dikelola swasta akan menyusul karena saat ini masih dikaji.
"Sistem angkutan sudah dibangun dan kita berharap bahwa akan terjadi peningkatan aksesibilitas pada seluruh koridor angkutan umum. Sekarang sedang disiapkan oleh Bina Marga, ada trotoar, trotoar dibangun demikian baiknya. Dan kemudian dengan pola ini begitu masuk pengenaan tarif parkir yang tinggi tentu itu akan mengendorse masyarakat untuk menggunakan angkutan umum. Akan terjadi shifting," pungkasnya.
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya