Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tabrak Separator Beton, Sopir Bus Transjakarta Dipecat Operator

Tabrak Separator Beton, Sopir Bus Transjakarta Dipecat Operator Bus listrik Transjakarta. ©2021 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Sanksi tegas diberikan kepada sopir bus yang menabrak beton separator di Jl Gandaria City, Jakarta Selatan. Saat ini proses pemecatan yang bersangkutan sedang berjalan.

Direktur Operasional PT TransJakarta, Prasetia Budi mengatakan, sanksi diberikan sesuai regulasi dan ketentuan yang berlaku. Atas insiden tersebut, bus dengan rute Kampung Rambutan-Harmoni (7F) tersebut berhenti beroperasi sementara dan dikembalikan ke depo.

Lebih lanjut, sesuai keterangan dari operator bahwa Pramudi yang menabrak separator tersebut saat ini sedang dilakukan proses pemecatan oleh mitra operator. Hal ini dilakukan sebagai bentuk upaya agar kejadian serupa tidak terulang kembali di kemudian hari.

Dia melanjutkan, sampai dengan saat ini Transjakarta masih menunggu hasil investigasi tim evaluasi dan hasil investigasi operator.

"Kami masih menunggu hasil pemeriksaan Tim Evaluasi Pengendali Transjakarta dan hasil investigasi operator yang menaungi pramudi dan armada tersebut," katanya dalam keterangan tertulis, yang diterima Minggu (31/10)

Setelah kejadian itu, Transjakarta berkoordinasi untuk memindahkan bus PPD148 dari jalur guna mengurai kemacetan lalu lintas pada kawasan tersebut. Insiden itu kecelakaan tunggal.

"Tidak ada korban pada peristiwa itu, karena bus tersebut baru datang dari pool menuju halte awal keberangkatan. Belum melakukan pelayanan," tegasnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Divisi Sekper dan Humas PT Transjakarta Angelina Betris menegaskan, pramudi dipecat oleh pihak manajemen operator PPD. "Tindakan tegas itu dilakukan oleh manajemen operator PPD agar menjadi pelajaran bagi pramudi lainnya," kata dia ketika dihubungi Merdeka.com.

Pengemudi, lanjut dia, harus berada dalam keadaan sehat fisik dan mental ketika menjalankan busnya. Pengemudi juga harus selalu fokus atau berkonsentrasi penuh ketika bertugas.

"Dalam hal ini, jajaran pengawas operasional operator juga harus proaktif untuk check kesiapan pramudinya setiap pagi pada saat apel pagi sebelum beroperasi," tandas dia.

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP