Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Suntik dana Rp 4,4 T, Pemprov DKI minta PT Jakpro fokus bangun LRT

Suntik dana Rp 4,4 T, Pemprov DKI minta PT Jakpro fokus bangun LRT LRT Manila. ©wikipedia.org

Merdeka.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana memberikan suntikan dana berupa penyertaan modal pemerintah kepada PT Jakarta Propertindo (Jakpro). Harapannya dana sekitar Rp 4,4 triliun tersebut akan difokuskan untuk pembangunan Light Rail Transid (LRT) di Jakarta.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta, Tuty Kusumawati mengatakan, PT Jakpro harus memfokuskan penggunaan penyertaan moda pemerintah (PMP) untuk pembangunan LRT. Sehingga target groundbreaking kereta ringan ini dapat direalisasikan pada 22 Juni 2016.

"Alokasi kami untuk PMP kan sudah ada. Hanya saja ketika mereka mengusulkan investasi, kan peruntukkannya tadinya tidak hanya untuk LRT, sekarang mau kami fokuskan untuk pembangunan LRT," kata Tuty di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (7/6).

Dia menambahkan, PMP telah diberikan semenjak APBD Perubahan 2015. Kemudian dilanjutkan pada APBD 2016, sehingga total dana yang telah disetorkan mencapai Rp 4,4 triliun.

Tuty menjelaskan, rute pertama pembangunan LRT dimulai dari Kelapa Gading-Velodrome Rawamangun. Rute ini akan menghabiskan anggaran sebesar Rp 5 triliun.

Oleh karena itu, Tuty mengaku, perlu pendanaan dari pihak lain dalam membiayai pembangunan moda transportasi berbasis rel ini.

"Alokasi PMP tahun 2016 sudah ada di APBD. Tapi kapan diberikan ke Jakpro itu jadi domainnya BPKAD (Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah)," tutupnya.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana memberikan suntikan dana berupa penyertaan modal pemerintah kepada PT Jakarta Propertindo (Jakpro). Harapannya dana sekitar Rp 4,4 triliun tersebut akan difokuskan untuk pembangunan Light Rail Transid (LRT) di Jakarta.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta, Tuty Kusumawati mengatakan, PT Jakpro harus memfokuskan penggunaan penyertaan moda pemerintah (PMP) untuk pembangunan LRT. Sehingga target groundbreaking kereta ringan ini dapat direalisasikan pada 22 Juni 2016.

"Alokasi kami untuk PMP kan sudah ada. Hanya saja ketika mereka mengusulkan investasi, kan peruntukkannya tadinya tidak hanya untuk LRT, sekarang mau kami fokuskan untuk pembangunan LRT," kata Tuty di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (7/6).

Dia menambahkan, PMP telah diberikan semenjak APBD Perubahan 2015. Kemudian dilanjutkan pada APBD 2016, sehingga total dana yang telah disetorkan mencapai Rp 4,4 triliun.

Tuty menjelaskan, rute pertama pembangunan LRT dimulai dari Kelapa Gading-Velodrome Rawamangun. Rute ini akan menghabiskan anggaran sebesar Rp 5 triliun.

Oleh karena itu, Tuty mengaku, perlu pendanaan dari pihak lain dalam membiayai pembangunan moda transportasi berbasis rel ini.

"Alokasi PMP tahun 2016 sudah ada di APBD. Tapi kapan diberikan ke Jakpro itu jadi domainnya BPKAD (Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah)," tutupnya.

(mdk/sho)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP