Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sumarsono sebut serapan anggaran APBD DKI 2016 belum maksimal

Sumarsono sebut serapan anggaran APBD DKI 2016 belum maksimal Plt Gubernur DKI Sumarsono. ©2016 Merdeka.com/Yayu

Merdeka.com - Serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2016 DKI Jakarta dinilai belum maksimal dari target yang ditetapkan. Hal ini disebabkan banyak program yang tidak terealisasi di tahun ini.

Pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono mengatakan, salah satu hambatan penyerapan anggaran adalah terkait kasus pembebasan lahan dan mangkraknya pembangunan beberapa rusun.

"Ada juga beberapa hal yang bermasalah. Beberapa sektor besar yang paling bermasalah terutama untuk Dinas Pertamanan dan Pemakaman (Distamkam). Pertamanan itu baru sekitar yang sekarang ini 27 persen," kata Sumarsono di Balai Kota Jakarta, Senin (19/12).

Salah satu penyebab rendahnya serapan anggaran Distamkam adalah tertundanya pembelian lahan bekas Kedubes Inggris yang sebelumnya telah dimasukkan ke dalam anggaran.

"Masalah Kedutaan Inggris enggak jadi beli. Ya pasti daya serapnya paling sedikit. Artinya jelas paling rendah," terangnya.

Sedangkan untuk dinas-dinas yang lain, Sumarsono optimis capaian serapan anggarannya sudah maksimal.

"Hari ini dilaporkan masing-masing sudah 60-an lebih, 70 persen dan seterusnya. Saya kira itu angka yang saya kira sudah bagus," pungkasnya.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP