Sopir truk mengeluh tak bisa buang sampah di PTSP Bantargebang
Merdeka.com - Sejumlah sopir truk sampah milik Pemda DKI Jakarta mengeluh tak bisa membuang sampah di TPST Bantargebang, Rabu (20/7). Sebab, sudah tak ada lagi alat berat serta pekerja yang mengolah sampah setelah diturunkan dari truk.
"Enggak bisa buang, karena enggak ada alat berat," kata seorang sopir truk, Joni (40) saat ditemui merdeka.com, Rabu (20/7).
Joni tiba di PTSP Bantargebang dengan dump truk yang penuh sampah sekitar pukul 08.00 WIB. Hingga pukul 11.30 WIB, pria asal Jakarta Utara itu tak bisa membuang sampah.
"Seharusnya jam segini sudah balik lagi ke Jakarta, dan siap-siap pulang ke rumah," ujarnya.
Biasanya tugas membuang sampah rampung pukul 14.00 WIB. Namun dengan kondisi ini, Joni memperkirakan pembuangan sampah baru bisa dilakukan malam hari.
"Gaji tetap sekitar Rp 3,1 juta. Tapi waktu kerja bertambah," ujarnya.
Berdasarkan pantauan merdeka.com, sejumlah truk sampah tampak parkir di TPST Bantargebang. Sopir truk hanya bisa menunggu di sekitar mobilnya menunggu membuang sampah di titik pembuangan.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya