Sopir KWK ini ikut demo karena diancam denda 3 bulan
Merdeka.com - Ratusan sopir angkutan umum di Jakarta mulai dari taksi hingga KWK mogok beroperasi hari ini. Sejak pagi, mereka berunjuk rasa di beberapa lokasi sebagai bentuk protes pada angkutan aplikasi yang belakangan menjamur.
Jelang siang, sopir angkutan umum sebagian mulai menjalankan aktivitasnya kembali. Seperti pantauan merdeka.com, di Terminal Tanjung Priok.
"Tadi sempat ikut demo dari jam enam pagi sampai 12 siang, ini udah mulai narik lagi," ungkap Rudi, sopir angkot jurusan Tanjung Priok-Islamic Center saat ditemui di terminal Tanjung Priok, Selasa (22/3).
Lain lagi dengan Tono. Dia memilih ikut karena diancam denda oleh koperasi pengelola KWK. "Kalau enggak demo kena denda, enggak boleh narik selama tiga bulan sama yayasan KWK (Koperasi Wahana Kalpika)," ucap Tono, sopir KWK jurusan Ancol-Pasar Ikan Jakarta Utara.
Saat ini, lalu lintas di ruas jalan Jakarta Utara kembali normal. Jalan Yos Sudarso arah Cawang-Tanjung Priok maupun arah sebaliknya terpantau ramai-lancar.
Seperti diketahui, sejak tadi pagi telah terjadi penumpukan penumpang di jalanan Yos Sudarso lantaran demo sopir transportasi umum yang menolak keberadaan angkutan berbasis aplikasi. Mereka meminta pemerintah menutup aplikasi GO-JEK Uber dan Grab.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya