Soni: Tuhan ciptakan 2 telinga & 1 mulut artinya harus banyak dengar
Merdeka.com - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Soni Sumarsono menggelar kunjungan kerja di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. Dia menemui sejumlah ketua RT dan RW di wilayah paling utara ibu kota tersebut.
Kedatangan itu adalah untuk memenuhi janjinya untuk menemui warga DKI melalui temu warga dan mendengar semua keluhan mereka. Menurut dia, seorang pemimpin itu harus selalu memasang telinga dan hatinya untuk rakyat.
"Tuhan itu kan menciptakan dua telinga dan satu mulut. Artinya kita harus lebih banyak mendengar sebelum berbicara, rakyat ini selain butuh pengarahan juga butuh didengar keluhan-keluhannya," kata Sumarsono di Pulau Pramuka, Jumat (09/12).
Pria yang pernah menjabat sebagai Plt Gubernur Sulawesi Utara ini mengungkapkan seorang pemimpin harus punya nawaitu (niat) baik. Sumarsono juga mendorong pemerintah kabupaten membuat program-program untuk kesejahteraan warga Kepulauan Seribu.
"Harus dibangun sebuah program di Kepulauan Seribu ini harus menjadi pembangunannya setara dengan di darat. Nawaitunya harus bagus. Saya datang ke sini sebagai Plt punya nawaitu, niat untuk silaturahmi," tuturnya.
Banyak hal yang diadukan warga kepada Sumarsono, di antaranya tentang sampah, pendidikan, serta kesulitan membuat sertifikat tanah hingga permohonan untuk kenaikan biaya operasional di tingkat RT.
Dalam acara silaturahmi ini juga Sumarsono mengimbau agar warga menghidupkan kembali kegiatan siskamling untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
"Dan jangan lupa Februari nanti datang ke TPS untuk nyoblos, jangan sampai golput," tegasnya.
(mdk/tyo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya