Solidaritas anggota GO-JEK versus preman Jakarta
Merdeka.com - Seorang driver GO-JEK, Septiyan alias Pian (20) tewas setelah ditusuk oleh juru parkir liar di depan NAV Karaoke samping Mal Sunter. Korban tewas saat mencoba melerai keributan antara kakaknya, Suhardi dengan juru parkir liar.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Mohammad Iqbal mengatakan, sekitar pukul 17.30 WIB, korban Pian dibawa ke RS Royal Progres di Jalan Danau Sunter Utara. Korban sempat mendapatkan pertolongan di ruang UGD ditangani oleh Dokter Astrid dibantu perawat 3 orang. Namun nyawa korban tidak berhasil diselamatkan.
Mendengar kabar penusukkan tersebut, sekitar ratusan rekan korban sesama driver GO-JEK, pada Rabu (9/12) mengepung Sunter Mall. Mereka menuntut polisi untuk segera menangkap pelaku penusukkan.
"Kami minta usut tuntas! Biadab. Teman kami itu cari uang. Nyawa teman saya kenapa dianggap murah? Mana pelakunya? Matiin aja sekalian sini," teriak salah seorang driver GO-JEK saat mengepung Mall Sunter, Rabu (9/12).
Aksi driver GO-JEK mulai mereka setelah Wakapolres Utara AKBP Dwi berjanji mengusut tuntas kasus tersebut. Dwi juga meminta para driver untuk tenang dan membiarkan kasus penusukan diselesaikan polisi.
Akhirnya dengan ketegasan Wakapolres untuk menyelesaikan kasus ini, para driver membubarkan diri dengan damai. Mereka satu per satu kembali ke pangkalan masing-masing.
Rekan diancam parang, driver GO-JEK serang juru parkir liar. (mdk/amn)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya