Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sodetan Ciliwung Masih Menggantung di Pembebasan Lahan Bidara Cina

Sodetan Ciliwung Masih Menggantung di Pembebasan Lahan Bidara Cina Anies Baswedan Hadiri Perayaan Cap Go Meh di Glodok. ©2020 Liputan6.com/JohanTallo

Merdeka.com - Ketua Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWSCC) Bambang Hidayah menyambangi kantor Gubernur DKI Jakarta. Kedatangannya untuk membahas penanganan banjir yang kerap melanda ibu kota.

Sekitar 1 jam rapat, Bambang mengatakan dalam rapat tersebut disinggung upaya tunggal untuk sodetan Ciliwung adalah pembebasan lahan di Bidara Cina, Jakarta Timur. Sebab menurutnya, faktor lain banjir di Jakarta adalah pengendalian di hulu.

"Karena bagaimanapun juga salah satu penyebab banjir di Jakarta karena air dari hulu kan jadi untuk itu perlu juga yang di hulu itu segera diselesaikan. Kemudian rencana sodetan itu kan masih menunggu Pak Gubernur untuk penentuan lokasi yang dibebaskan karena sodetan Ciliwung ke Banjir Kanal Timur itu kan baru 600 meter," ujar Bambang, Senin (24/2).

Jika pembebasan lahan dilakukan, kata Bambang, setidaknya bisa mengendalikan debit air yang masuk ke Jakarta. Ia mengakui, butuh waktu untuk melakukan pembebasan lahan di Bidara Cina. Apalagi setelah Pemprov DKI kalah gugatan di PTUN.

Warga Bidaracina, Cawang, Jakarta Timur, memenangkan gugatan terkait penerbitan Surat Keputusan Gubernur Nomor 2779 Tahun 2015 tentang lokasi sodetan Kali Ciliwung di PTUN.

Surat Keputusan (SK) Gubernur tentang Perubahan atas Keputusan Gubernur Nomor 81 Tahun 2014 tersebut berisi Penetapan Lokasi Pembangunan Inlet Sodetan Kali Ciliwung menuju Kanal Banjir Timur (KBT).

Dalam putusan di persidangan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) tersebut, menyatakan SK yang dikeluarkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan ditandatangani Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama atau Ahok itu batal.

"Sebenarnya sudah sosialisasinya juga terus dilakukan. Kemarin gugatannya kan dimenangkan terkait dengan sertifikat tanah Pemprov yang diklaim warga mungkin ujung ujungnya pergantian kerugian lah," jelas Bambang.

BBWSCC Targetkan 1,5 Normalisasi Sungai di Pejaten dan Istiqlal

Bambang juga mengatakan dalam waktu dekat akan melakukan normalisasi Sungai Ciliwung yang melintas di Pajaten Timur dan Masjid Istiqlal. Panjang normalisasi sepanjang1,5 km.

"Tahun ini saya ada target juga melakukan normalisasi Ciliwung 1,5 km, bisa kita lakukan di daerah Pejaten Timur sama di Istiqlal," kata Bambang.

Langkah itu dilakukan sebagai upaya penanggulangan banjir di Jakarta dalam waktu dekat. Untuk lahannya, Bambang memastikan tidak ada kendala.

BBWSCC, kata Bambang, juga akan melakukan normalisasi beberapa anak sungai dengan cara pengerukan seperti yang akan dilakukan di Danau Kemayoran. Dari pengerukan tersebut menurut Bambang dampaknya cukup signifikan.

"Kami kan melakukan pengerukan di Danau Kemayoran, kami lakukan dengan 2 alat excavator. Kemarin saat hujan tinggi man tidak tenggelam lagi, turun 2,4 meter. Sebenarnya sudah mulai turun karena pengerukan," tukasnya.

Dia juga menambahkan BBWSCC akan membuat pompa Sentiong sebagai upaya saat air laut pasang yang menyebabkan sejumlah titik di Kemayoran, Jakarta Pusat terendam banjir, termasuk underpass Kemayoran.

"Masalahnya karena Sentiong itu pasang lautnya, sehingga air dari Kemayoran tidak bisa dibuang ke Sentiong sehingga airnya terjadi back water salah satunya underpass," tukasnya.

(mdk/ded)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP