Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Soal target pendapatan daerah, Sandi ogah mengulang kesalahan Ahok

Soal target pendapatan daerah, Sandi ogah mengulang kesalahan Ahok Sandiaga Uno diperiksa KPK. ©2017 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Politikus Partai Gerindra sekaligus Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Sandiaga Salahudin Uno berharap, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPMD) di masa pemerintahannya nanti harus realistis.

"Masalah RPJMD, posisi saya sama kaya Pak Gubernur terpilih kita harus realistis," Ujar Sandiaga Uno di kediamanya, Jalan Pulombangkeng, Jakarta Selatan, Sabtu (8/7).

Terkait hal itu, Sandi pun menyinggung pencapaian target pendapatan daerah pada masa pemerintah Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang melenceng jauh.

"Lima tahun lalu diproyeksikan APBD kita di tahun 2018 ini Rp 120 triliun, tapi kenyataannya cuma Rp 70-an triliun. Jadi melencengnya Rp 50 triliun lebih. whats wrong. Salah di mana? Apakah terlalu berpikir linier projection? seperti tahun 2012 atau seperti apa," singgungnya.

"Saya tidak mau kesalahan terulang kembali. Karena ini begitu salah asumsinya, salah juga kebijakannya dan salah dari segi spending-nya," tambah Sandiaga.

Sandiaga juga menganggap bahwa selisih pendapatan daerah yang hampir Rp 50 triliun adalah suatu kesalahan yang buruk, yang harus dijelaskan pada publik.

"Kita harus ubah bahwa melenceng Rp 50 T itu salah sekali, itu uang besar sekali. Kalau ada selisih itu jangan sampai 5 atau 10 persen. Kalau dua kali lipatnya harus dijelaskan ke publik apa yang terjadi." jelasnya.

Saat ditanya perihal aspek apa saja yang melenceng dari target pendapatan daerah tersebut, Sandiaga mengatakan hampir seluruh aspek terjadi kesalahan. "Kalau saya lihat melencengnya seluruh. Tadi paparan Pak Sekda bahwa semua aspek melenceng. Baik dari penerimaan, pengeluaran juga melenceng," tandasnya.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP