Soal sampah Jakarta, Ahok sebut Dinas Kebersihan banyak kepentingan
Merdeka.com - Berulang kali Pemprov DKI Jakarta gagal membangun pengelolaan sampah. Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, mengatakan penyebab gagalnya pembangunan pengolahan sampah karena kinerja Dinas Kebersihan DKI Jakarta yang jauh dari harapannya.
Dia menilai, di Dinas Kebersihan terlalu banyak oknum yang bermain curang dalam proyek pengolahan sampah. Padahal, rencana pengolahan sampah secara mandiri telah masuk dalam Peraturan Daerah DKI Jakarta No 3 tahun 2013 tentang Pengolahan Sampah.
"Makanya saya bilang, di Dinas Kebersihan sendiri menurut saya terlalu banyak orang yang punya kepentingan," kata Ahok di Balai kota, Jalan Medan Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (5/11).
Sebenarnya, yang Ahok harapkan adalah mekanisme pengolahan sampah pribadi tidaklah rumit. Misalnya warga DKI dipermudah dengan pengolahan sampah yang diambil alih Pemprov DKI meskipun harus membayar. Namun, faktanya menurut Ahok, selama ini banyak oknum yang bermain sehingga rencana tersebut selalu gagal terealisasi.
"Maunya kita kan gini, misalnya contoh, saya tinggal di Pluit, perumahan saya. Saya bayar uang sampah mahal kepada si pengembang. Yang ngambil sampah mobil siapa? Mobil kebersihan. Harusnya mereka kirim kan, dia tinggal nembak sopir," jelasnya.
"Makanya saya bilang kalau model gitu udah ada Perda, langsung aja nanti kamu langsung bayar ke kita kan, resmi kan," tutup mantan Politisi Gerindra ini.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya