Sering beraksi 'busway kick', Daivi dikira orang stres
Merdeka.com - Muhammad Daivi kesal melihat kendaraan pribadi seenaknya menyerobot jalur Transjakarta. Dia lantas memikirkan ide sanksi sosial yang tepat agar si pelanggar malu dan tak mengulangi perbuatannya lagi.
Dia lantas membuat gerakan yang disebutnya dengan Busway Kick. Ada tiga gerakan yakni dengan mengayunkan satu kaki ke arah jalur, mengayunkan tangan sambil arahkan jempol ke bawah dan memotret atau merekam kendaraan yang menerobos.
"Banyak juga yang sangka saya orang stres mau gangguin orang lewat, tapi saya cuek saja, tetap saya lanjutkan," cerita Muhammad Daivi, si pencetus Busway Kick saat berbincang dengan merdeka.com, Rabu (13/11).
Daivi menambahkan, di awal-awal beraksi penumpang yang kebetulan berada di halte sempat bingung dan tak mengerti dengan maksudnya melakukan gerakan itu. Mereka pun acuh dan tak peduli.
"Tapi setelah saya jelaskan maksud saya, mereka malah ikutin. Malah ada yang manduin pakai hitungan 1,2, dan 3 gitu. Terus kita julurin kaki bareng-bareng. Saya kaget lihat antusiasme mereka untuk membuat malu pelanggar besar sekali," tambahnya.
Karena terus berpindah tempat, Daivi kini menyediakan brosur agar penumpang atau warga yang melihat aksinya tak merasa aneh lagi. Lantas apa harapan Daivi dari ide isengnya ini?
"Sebenarnya bukan saya tak mendukung kebijakan denda ratusan ribu bahkan jutaan untuk pelanggar, tapi tanpa sanksi sosial ya sama saja itu akan terulang lagi. Dengan gerakan ini, kita juga mengajak partisipasi penumpang Transjakarta yang merasa terganggu dengan penyerobot," jelasnya.
"Jadi keterlibatan pengguna busway sangat diperlukan agar jalur steril. Karena kan mereka ada setiap saat ada di halte, sementara polisi belum tentu, kalau nggak ada polisi pasti diterobos lagi. Alhasil sterilisasi nggak tercapai," tandas pria 62 tahun yang masih bujang ini. (mdk/lia)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya