Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sengketa Lahan, Anies Minta Depo MRT Pindah dari Kampung Bandan ke Stadion BMW

Sengketa Lahan, Anies Minta Depo MRT Pindah dari Kampung Bandan ke Stadion BMW Rusun Promoter Polri. ©Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Gubernur DKI Anies Baswedan meminta depo Moda Raya Terpadu (MRT) fase dua yang awalnya di Kampung Bandan dipindah ke Stadion BMW. Dia beralasan lahan di Kampung Bandan masih bermasalah dengan sengketa hukum.

"Jadi kalau kita menggunakan lahan yang bersengketa secara hukum, lalu pada siapa kita bertransaksi? Karena lahannya sengketa. Jadi kita cari yang lahannya nggak sengketa," kata Anies di Bundaran Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (4/12).

Untuk kenaikan anggaran pemindahan, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini menyatakan menjadi urusan internal PT MRT Jakarta.

"Itu urusan manajemen saja, tapi yang jelas kita tidak lakukan di sana karena sengketa. Nggak bisa," ucap Anies.

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia, pada Rabu 24 Oktober 2018, telah menandatangani nota peminjaman dana dari Japan International Cooperation Agency Jepang (JICA) senilai maksimum Rp 9,5 triliun (berkisar 70 miliar yen) untuk proyek pembangunan MRTJakarta Jalur Selatan-Utara Fase 2 (Bundaran HI-Kampung Bandan sepanjang 8 km).

Penandatanganan itu dilakukan antara Duta Besar Jepang untuk Indonesia Masafumi Ishii dan Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika-Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Desra Percaya, di Kemlu RI Jakarta. Prosesi penandatanganan dilakukan secara tertutup, jelas pihak Kedutaan Jepang.

Pelaksanaan proyek itu sendiri akan dimulai pada Desember 2018 dan akan memakan waktu selama tujuh tahun. Menurut kalkulasi pihak Jepang, proses pengerjaan MRT Jakarta Fase 2 akan selesai pada 2025.

Reporter: Ika Defianti

Sumber: Liputan6.com

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP