Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Selama Pandemi Covid-19, 21 Minimarket Jadi Sasaran Perampok

Selama Pandemi Covid-19, 21 Minimarket Jadi Sasaran Perampok Ilustrasi garis polisi. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Rentetan perampokan minimarket terjadi di wilayah hukum Polda Metro Jaya selama pandemi Covid-19. Total 21 minimarket di berbagai daerah di Jakarta jadi sasaran rampok.

"Selama pandemi Covid-19 ini sudah 21 TKP Curat spesialis minimarket, memang agak tinggi kalau kita bandingkan sebelum ada Covid-19," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunuss, saat konferensi pers, Jumat (5/6).

Dari jumlah itu, sebanyak 19 kasus perampokan minimarket sudah diungkap di tingkat polres dan polsek.

"Tetapi pengungkapan yang dilakukan oleh Polda Metro Jaya dan jajarannya dari 21 itu 19 sudah kita ungkap, ini dua masih kita lakukan pendalaman. Termasuk juga ada kejahatan-kejahatan jalanan lainnya yang kita lakukan pengejaran, begal. Karena, memang tim khusus yang dibentuk Polda Metro Jaya di masing-masing jajaran terus masih bekerja," ujarnya.

Yusri mengimbau kepada pemilik minimarket lebih meningkatkan keamanan di lokasi usaha mereka. Tidak hanya mengandalkan kamera Closed Circuit Television (CCTV) tapi juga adanya sekuriti atau petugas keamanan.

"Kami mengusulkan untuk diadakannya petugas-petugas pengamanan di minimarket yang ada, jangan terlalu dipercayakan kepada CCTV, memang sangat membantu CCTV itu. Tetapi kami juga butuh memang untuk membantu petugas dengan menyiapkan sekuriti di tempat-tempat minimarket-minimarket yang ada," ujar Yusri.

Minimarket Yang Jadi Sasaran Pelaku Perampokan

Yusri mengungkapkan, pelaku mengincar minimarket karena lebih mudah untuk mendapatkan uang secara cash baik banyak maupun dikit.

"Yang kedua sisi pengamanannya memang lemah, yang ada di situ cuma petugas pelayan saja yang ada di minimarket tersebut. Kalau ada sekuriti di situ, mereka tidak akan berani. Ini yang memang mungkin sebagai imbauan kepada asosiasi minimarket yang ada," ungkapnya.

Selain itu, katanya, penting bagi pemilik minimarket berkoordinasi dengan masyarakat setempat. Hal itu supaya tidak terjadi lagi atau meminimalisir tindak kejahatan kriminalitas.

"Kemudian yang ketiga kita mengharapkan juga teman-teman dari minimarket ini sudah bisa bersosialisasi dengan masyarakat-masyarakat setempat menggunakan masyarakat untuk aktif membantu untuk menjaga di sekitar wilayahnya termasuk minimarket tersebut," tutupnya.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP