Sekda DKI pastikan Kalijodo digusur akhir Februari
Merdeka.com - Penertiban kawasan Kalijodo, Jakarta Utara tinggal menghitung hari. Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Saefullah mengatakan setelah keluarnya surat peringatan (SP) 1, pihaknya dipastikan akan membongkar kawasan itu pada 29 Februari mendatang.
"Persiapan sudah matang, tanggal 29 Februari eksekusi,â¬" kata Saefullah di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (19/2).
Untuk target penertiban sendiri, kata Saefullah, bangunan yang menjamur di bantaran kali itu harus sudah rata dengan tanah. Namun ada pengecualian untuk tempat-tempat ibadah.
"Besok tanggal 29 penertiban ini semuanya akan kita lakukan. Target kita tanggal 29 itu bangunan di sana sudah rata semua, kecuali tempat ibadah. Nanti ada tim khusus nanti untuk relokasinya ke mana dan bangunannya seperti apa," tegasnya.
Lebih lanjut, Saefullah mengaku Pemprov DKI telah berkoordinasi dengan aparat gabungan seperti TNI-Polri hingga Satpol PP. Pihak-pihak yang digandeng, katanya, menyatakan siap memberikan dukungan saat penertiban berlangsung.
"4.000 ribuan Satpol PP, kepolisian ada 3.000 ribuan, jadi sudah lengkap," terangnya.
Pemprov DKI telah mengeluarkan surat peringatan (SP) 1 kepada warga Kalijodo. Keluarnya SP 1 itu sekaligus menyatakan permintaan agar warga mau mengosongkan dan membongkar sendiri bangunan liar yang selama ini berada di jalur hijau itu.
Ahok mengaku telah menyediakan sekitar 400 unit rusun sebagai kompensasi ganti rugi bagi warga Kalijodo. Rusun itu terbagi di dua lokasi, yakni Rusun Marunda, Jakarta Utara, dan Rusun Pulogebang, Jakarta Timur.
Saat ini, sebanyak 37 Kepala keluarga (KK) di Kalijodo sudah mengecek rumah susun Pulogebang Cakung, Jakarta Timur yang diberikan untuk mereka. Sementara, sudah ada sekitar 86 KK yang mendaftar untuk mendapatkan rusun.
(mdk/tyo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya