Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sejarah Tugu Jam Thamrin, yang Dipindah Sementara Saat Pengerjaan MRT

Sejarah Tugu Jam Thamrin, yang Dipindah Sementara Saat Pengerjaan MRT Simpang jalan MH Thamrin-Sudirman. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Tugu Jam Thamrin yang berdiri di jalur hijau ruas Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat akan dipindah sementara. Pemindahan dilakukan karena di titik berdirinya tugu tersebut akan ada pengerjaan konstruksi bawah tanah Fase 2A sepanjang 2,8 kilometer yang menghubungkan Stasiun Bundaran HI hingga Stasiun Harmoni.

Rencana pemindahan dilakukan pada November atau Desember mendatang. Tugu akan dipindahkan dan disimpan sementara di kawasan Taman Saling Monas untuk mencegah kerusakan. Seperti diketahui, tugu tersebut masuk cagar budaya.

Penelusuran dilakukan merdeka.com, Tugu Jam Thamrin sudah berdiri sejak 52 tahun lalu dan masih kokoh. Tugu ini menjadi saksi biru hiruk pikuk lalu lintas di ruas jalan protokol Jakarta itu.

Bangunan Tugu Jam Thamrin memiliki pondasi yang kuat, mulai dari akar pondasi hingga puncaknya. Di ujung pondasi tugu, terlihat sebuah jam dinding berbentuk persegi. Diketahui jam tersebut diberikan perusahaan jam terkenal asal Swiss, ENICAR SA. Tugu bersejarah ini memiliki ukuran penampang 1,7 meter x 1,7 meter dan tinggi 12,5 meter.

Tugu Jam Thamrin diresmikan semasa jabatan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin. Tepat tanggal 21 Juni 1969, upacara peresmian Tugu Jam Thamrin dilakukan. Setelah peresmian, posisi Tugu Jam Thamrin berada di tengah bundaran. Kemudian tahun 1975, lokasi Tugu Jam Thamrin berubah seiring ada perubahan untuk kebutuhan tata kota.

Tugu Jam Thamrin terletak di sekitar perkantoran. Tugu ini sengaja diletakkan di pertengahan jalan, agar warga Jakarta dan sekitarnya bisa lebih menghargai waktu, dan lebih disiplin menata aktivitas mereka.

MRT Jakarta bersama dengan kontraktor pelaksana, yaitu Shimizu-Adhi Karya Joint Venture, telah menyusun metode pekerjaan berupa skema pemindahan sementara, penyimpanan dan pemasangan kembali Tugu Jam Thamrin yang dinilai paling efektif, baik dari sisi pelestarian cagar budaya, teknis, jaminan keamanan serta keselamatan kerja dan kepentingan publik.

Metode pekerjaan ini disusun sejalan dengan peraturan perundangan yang berlaku dengan melibatkan tim ahli cagar budaya, arsitektur dan ahli struktur, serta Pemprov DKI Jakarta.

Pemindahan Tugu Jam Thamrin ini juga telah mendapatkan persetujuan dari Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta dan Gubernur Provinsi DKI Jakarta. (mdk/lia)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP