Sandiaga tegaskan tidak semua penataan PKL sama seperti Tanah Abang
Merdeka.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menjawab kekhawatiran sejumlah pihak atas konsep penataan PKL di Pasar Tanah Abang. Sebab nantinya, pedagang yang berada di wilayah lain meminta perlakuan serupa kepada Pemprov DKI Jakarta.
Sandiaga mengatakan, konsep penataan PKL tidak bisa disamaratakan seperti Tanah Abang. Alasannya, penataan harus berbasis kepada kearifan lokasi masing-masing.
"Belum tentu yang di Tanah Abang ini cocok di tempat lain. Di tempat lain mungkin harus melalui pendekatan lain. Dan pasar lain akan ditata tapi belum tentu seperti ini (Tanah Abang)," katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (29/12).
Dia mengungkapkan, Pemprov DKI Jakarta selanjutnya akan melakukan penataan PKL di kawasan Kota Tua. Pasalnya, selama ini banyak pedangan yang secara khusus datang ke Balai Kota untuk mengadu langsung.
"Jadi kami mungkin prioritas berikutnya di Kota Tua karena kami melihat ada kebutuhan memastikan lapangan kerja itu tetap terjaga," jelas politisi Gerindra ini.
Sebelumnya, Ketua Fraksi PDIP di DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono mengatakan konsep penataan pedagang kaki lima (PKL) Tanah Abang Gubernur DKI Anies Baswedan terbilang terburu-buru dan tidak matang. Anies sudah menghilangkan fungsi jalan yang seharusnya untuk lalu lalang kendaraan kini untuk PKL berjualan.
Gembong mengungkapkan konsep Anies di Tanah Abang tersebut akan menimbulkan rasa iri dari PKL di tempat-tempat lain. Menurutnya, PKL di tempat lain bakal meminta agar diperbolehkan berjualan di badan jalan.
"Itu akan menjadi bom waktu yang akan berimbas ke daerah lain menuntut hal yang sama seperti yang di Tanah Abang. Kalau itu terjadi kayak apa PKL di Jakarta? Itu kembali ke zaman dulu ketika pedagang, PKL semeraut ada di mana-mana," katanya saat dihubungi merdeka.com.
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya