Sandi minta pedagang tidak jual bawang putih tak layak konsumsi di Jakarta
Merdeka.com - Bareskrim Polri mengungkap adanya kecurangan impor bawang putih yang tak layak konsumsi. Bawang putih itu diketahui membawa penyakit karena mengandung cacing nematoda.
Menyikapi kejadian itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, berharap setiap kebutuhan yang masuk ke Ibu Kota haruslah legal dan berkualitas tinggi.
"Untuk impor kita harus pastikan bahwa impor tersebut berkualitas tinggi dan impor itu legal semua berdasarkan perizinan dan ketentuan yang diterbitkan instansi terkait, baik itu Kementerian Pertanian maupun Kementerian Perdagangan dan instansi terkait lainnya," ujar Sandiaga usai upacara Hari Lahir Pancasila di Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (1/6/2018).
Ia berharap agar bawang putih yang diimpor ke Surabaya, Jawa Timur itu tidak sampai masuk dan dijual di pasar-pasar di Jakarta.
"Kalau ada bawang putih yang tercemar dan memiliki kualitas yang tidak baik, jangan disebarkan atau jangan didistribusikan kepada masyarakat," ucapnya.
Dia juga berpesan pedagang tak menjual bawang putih yang tak layak konsumsi tersebut.
"Saya sampaikan kepada para pedagang untuk tidak mendistribusikan atau menjual kepada masyarakat bawang-bawang putih ilegal, apalagi yang tidak dalam kondisi layak untuk dikonsumsi untuk publik," jelas Sandiaga.
Sebelumnya, Wadir Tipid Eksus Bareskrim Polri Kombes Pol Daniel Tahi Monang Silitonga mengatakan, bawang tersebut berasal dari China.
“Sebagian barbuk cara pengimporannya yang salah langgar aturan. Sebagian (lagi) yang diimpor seharusnya tidak dikonsumsi tapi dikonsumsi," kata Daniel di Kantor Bareskrim Polri di gedung Kementerian Kelautan Perikanan, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis 31 Mei 2018.
Bukan hanya itu saja, PT TSR ternyata juga dengan sengaja memperdagangkan bawang putih impor yang dipergunakan untuk bibit tetapi diperdagangkan di tingkat konsumen.
Hal tersebut telah bertentangan dengan persyaratan kesehatan bawang putih sebagaimana diatur UU tentang Karantina.
"Hasil laboratorium yang harusnya untuk bibit ini mengandung semacam cacing nematoda. Itu seharusnya tidak dikonsumsi."
Reporter: Devira Prastiwi
Sumber: Liputan6.com
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya