Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Saksi lihat Jefry dipukuli polisi Polres Jakbar saat ditangkap

Saksi lihat Jefry dipukuli polisi Polres Jakbar saat ditangkap

Merdeka.com - Seorang tahanan Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Barat Jefry Anarki tewas saat menjalani pemeriksaan. Pemuda berusia 22 tahun tersebut dimakamkan di kampung halamannya di Tegal.

Menurut keterangan salah satu tetangga, Jefry tewas dengan luka lebam di sekujur tubuhnya. "Kondisinya ngenes mbak, badan sama mukanya bengkak, kepalanya diperban kayanya bocor. Tangannya bengkak terus biru-biru," ujarnya kepada merdeka.com, Rabu (18/12).

Pria yang enggan diungkap identitasnya menceritakan Jefry dibekuk empat anggota Kepolisian pada Senin (16/12) pagi ketika tengah membeli bubur kacang ijo. "Jadi dia itu ditangkap waktu lagi beli bubur. Dibilangnya dia punya 'barang' seberat 4 Kg," ungkapnya.

Usai dibekuk, lanjutnya, Jefry pun dibawa ke rumahnya yang berada di dekat kompleks Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) bersama ibunya.

"Nah, pas di rumah itu dia dipukulin sama polisi-polisi. Terus rumahnya digeledah. Acak-acakan itu rumah," paparnya.

"Rumah yang di Pancoran Buntu itu rumah neneknya. Dia (Jefry) emang sering jenguk neneknya," tambahnya.

Namun, sayangnya dalam penggeledahan tersebut pihak Kepolisian tidak menemukan barang bukti satu pun. "Tapi nggak dapat barangnya mbak," tuturnya.

Kendati tidak menemukan satu pun barang bukti, pihak Kepolisian tetap membawa Jefry ke kantor polisi guna menjalani pemeriksaan. "Dipukulin giginya sampai rontok. Abis itu langsung dibawa polisi," katanya.

Menurutnya, Jefry memang sempat mengalami kecelakaan sehingga gigi depannya palsu. Setelah ditangkap keluarga sempat diminta uang tebusan Rp 20 juta, namun ironisnya saat kemarin ke kantor polisi, Jefry justru berada di RS Pelni. (mdk/did)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP