Saat terjaring razia, uang jutaan dan emas ditemukan di perut Yani
Merdeka.com - Putri Handayani (45) mengaku sudah meninggalkan kampung halamannya di Subang, Jawa Barat dan tinggal di Jakarta selama enam tahun. Dia nekat mengadu nasib tanpa memiliki keterampilan yang memadai hingga akhirnya hanya menjadi seorang pengemis.
Hasil yang dia peroleh pun cukup banyak, terutama sepanjang Ramadan. Setidaknya, ibu ini sudah mendapatkan uang sebanyak Rp 5 juta dan emas 30 gram.
"Uangnya ditaruh di badannya, dibungkus plastik kayak orang hamil," ungkap Kepala PSBI Bangun Daya 2 Harianto saat dikonfirmasi merdeka.com, Jumat (10/7).
Berita pilihan:
Dicecar belikan wanita rumah dan CRV, Bhatoegana teriak di sidang
Ini toilet berlubang di SPBU Patal tempat wanita mengaku diintip
Ngaku dewa hacker, remaja 17 tahun retas 50 ribu komputer
Selama mengemis, Putri kerap membawa anaknya Neneng (8). Kepada petugas, dia mengaku sering berpindah-pindah kontrakan.
"Terakhir dia mengaku di Cipinang," tandasnya.
Seperti diketahui, Putri Handayani (45) berhasil mendapatkan simpati warga untuk mendapatkan penghasilan dari hasil mengemis. Hasilnya pun cukup fantastis, Putri mendapatkan uang sebanyak Rp 5 juta ditambah perhiasan emas seberat 30 gram.
Setelah lama beraksi, akhirnya Putri dan anaknya, Neneng (8), terjaring dalam razia yang digelar Suku Dinas Sosial Jakarta Timur. Ibu dan anak itu kedapatan mengemis di Cipinang, Jakarta Timur, Kamis (9/7) kemarin. Mereka mengemis sejak awal bulan Ramadan.
"Ketika petugas lapangan kami mendapatinya mengemis, langsung kita jangkau dan dibawa ke Panti Sosial Bina Insan (PSBI) Bangun Daya 2 Cipayung, Jakarta Timur. Ibu dan anak itu mengaku kalau uang yang mereka kumpulkan, berasal dari mengemis," tandas Kepala Sudin Sosial Jakarta Timur Marjito dalam siaran pers yang diterima merdeka.com, Jumat (10/7).
(mdk/tyo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya