Saat menyekap korban Pulomas, pelaku buka keran air kamar mandi
Merdeka.com - Sebelas orang disekap di dalam kamar mandi di sebuah rumah mewah di Jalan Pulomas Utara No 7A Kayuputih, Jakarta Timur. Enam dari sebelas orang itu ditemukan tewas bahkan sebagian ada bercak darah.
Di antara enam orang yang tewas itu adalah si pemilik rumah bernama Ir Dodi Triono bersama dua putrinya. Ir Dodi dikenal sebagai ketua Rt di lingkungannya.
Ketua RW di tempat Dodi tinggal merasa ada keanehan sejak Selasa pagi. "Tadi pagi saya sempat menandatangani surat pengantar dari Pak RT yang ditandatangani kemarin pukul 10.00. Tadi pagi ajudannya ngajuin surat tersebut tapi jam 09.00 tidak ada kabar," kata Abdul Ghani, kepada wartawan di lokasi, Selasa (27/12).
Tak lama kemudian, dia malah menerima kabar dari Sekretaris RT bernama Ashari bahwa Dodi dirampok. Dia kemudian bergegas ke sana dan ikut mendobrak pintu kamar mandi yang menjadi lokasi penyekapan Dodi.
"Saya lihat yang terakhir diangkat itu mayatnya Pak Dodi itu saya masih lihat. Saya lihat kondisi korban ditumpuk, Pak Dodi paling bawah ditumpuk tinggi," katanya.
Dilihatnya tubuh Dodi ada luka di dada kiri dan paha. Lebih mengenaskan lagi, saat pintu kamar mandi didobrak keran air kamar mandi ternyata terbuka.
"Air keran masih nyala deras dan pintu kamar mandi dipatahin jadi enggak bisa dibuka. Tadi bukanya pakai linggis. Tangan korban sampai beku," jelasnya.
Komisioner KPAI, Erlinda sempat mendatangi lokasi. "Kami dari KPAI tidak melihat dari sisi kejadian kriminologinya saja, tetapi kita melihat apa dampaknya, tidak hanya keluarga tapi juga masyarakat setempat, itu lah yang kami advokasi di sini. Bagaimana masyarakat juga trauma dengan teror-teror semacam ini, dan kita tidak tahu motif apa dengan kejadian semacam ini," kata Erlinda.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya