Rustam ngaku mundur bukan karena sakit hati dengan Ahok
Merdeka.com - Rustam Effendi resmi mengajukan surat pengunduran diri sebagai wali kota Jakarta Utara. Lalu apa yang akan dilakukannya setelah tak lagi menjabat sebagai wali kota?
"Lihat perkembangannya saja lah, karena masa kerja saya sebagai PNS masih sampai Oktober 2018," tutur Rustam di ruangannya di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Selasa (26/4).
Setelah mengajukan surat pengunduran diri, Rustam merasa lega. Surat itu diajukan pada Jumat (26/4) sore.
"Tapi saya sudah merasa plong dan nyaman dengan keputusan ini. Saya enggak ada tekanan dari pihak-pihak luar," tegas Rustam.
Dia mengaku, keputusan mundur sebagai wali kota bukan karena sakit hati dengan tudingan yang dilontarkan Ahok.
"Siapa yang sakit hati? Enggak sakit hati kok. Bawahan dinilaikan, dinilai oleh atasan, akhir-akhir ini atasan menilai kinerja saya kurang baik," pungkas Rustam.
Untuk diketahui, perseteruan berawal ketika Ahok menuding Rustam tak becus dalam menyelesaikan proyek penanggulangan banjir. Kegeraman Ahok terhadap Rustam ini disampaikan dalam rapat penanggulangan banjir bersama jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lainnya.
Selain itu, dengan nada tinggi Ahok juga menyindir Rustam yang mendukung Yusril Ihza Mahendra sebagai calon gubernur DKI Jakarta. Ahok juga menyebut Rustam memiliki 'geng' yang di dalamnya terdapat perkumpulan pejabat yang hobi main golf.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya