Rugi Akibat Macet, PT Transjakarta Harap LRT Cepat Selesai
Merdeka.com - PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) berharap proyek light rail transit (LRT) dapat diselesaikan lebih cepat. Tujuannya agar jalur rute bus Transjakarta tidak macet di sekitar Jalan MT Haryono depan Kantor Badan Narkotika Nasional (BNN), Jakarta Timur.
"Biaya kemacetan yang ditimbulkan penyempitan jalur jadi tinggi di tempat kami jadi boros, jumlah busnya harus diperbanyak dan bus jadi tidak lancar, jadwal kedatangan bus jadi tidak akurat," kata Direktur Operasional PT Transjakarta, Daud Joseph seperti dilansir dari Antara, Selasa (4/11).
Solusi kedua, lanjut Daud, saat kondisi kemacetan seperti itu justru harus dibuatkan jalur khusus bus supaya masyarakat melihat ketika terjadi kemacetan ada solusi untuk tidak macet, yaitu naik transportasi umum.
Dengan harapan begitu, semua orang melihat macet itu bukannya naik kendaraan pribadi justru akan berpikir untuk beralih ke transportasi umum yang nyaman, aman, lancar, dan cepat.
"Mudah-mudahan nanti seterusnya nanti jika sudah tidak macet lagi atau pembangunan sudah selesai, masyarakat sudah terbiasa naik angkutan umum untuk seterusnya. Namun, dalam pesan beliau (Gubernur Anies), sementara pembangunan ini, dua hal yang harus dijaga yaitu sterilisasi jalur dengan "Movement Concrete Barier" (MCB) dan pengalihan arus lalu lintas," tambah Daud.
Dua poin yang diajukan Gubernur DKI, Anies Baswedan dalam mengurangi kemacetan di Cawang itu berdasarkan tinjauannya pada Senin (3/12) lalu menggunakan bus Transjakarta dari Halte Gedung Olah Raga (GOR) di Jalan Otista hingga Halte Pusat grosir Cililitan (PGC).
Pihaknya menjelaskan poin kedua yakni pengalihan arus lalu lintas bukan solusi yang 100 persen positif sebab dapat menyebabkan sejumlah halte tidak terlayani.
Daud mengatakan pembangunan LRT telah berlangsung sejak 2016 dan membuat kemacetan hampir tiga tahun. Pengaruh infrastruktur kereta cepat itu menyebabkan para pelanggan menunggu lama di halte karena armada bus telat datang sehingga memilih moda transportasi lain.
"Secara jumlah harus dilakukan survei, tapi kita belum lakukan survey sampai saat ini untuk memetakan berapa orang pelanggan yang berpindah karena kemacetan itu," tukasnya.
Para pelanggan bus Transjakarta menyarankan agar membentuk jalur-jalur alternatif yang berada di kawasan konstruksi di Cawang kepada Anies.
Sekitar 300 armada bus melewati kawasan konstruksi LRT tiap harinya dengan berbagai macam rute, seperti Kampung Melayu, Harmoni, Grogol, Pluit, Ancol, dan lain sebagainya.
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya