RSCM uji coba penagihan online
Merdeka.com - Pemprov DKI Jakarta akan mengadakan pelatihan Sistem penagihan rumah sakit atas klaim asuransi pengguna Kartu Jakarta Sehat (KJS) dengan menggandeng Fakultas Kedokteran UI. Sebab, selama ini sistem penagihan secara manual sering menyebabkan salah penagihan.
"Jadi kita mau pasang sistem. Ada aplikasi. RSCM mau buat pelatihan. Dulu kan gini, orang nagih pakai manual terus ada yang salah tagih. Dari Jamkesda kembalikan. Proses lagi, verifikasi 2 bulan. Kalau salah lagi, bisa lebih dari 3 bulan," ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di balai kota, Kamis (7/3).
Menurutnya, dengan adanya sistem aplikasi online akan mempercepat proses penagihan rumah sakit. Jika manual, menyebabkan menumpuknya bon-bon tagihan. Efeknya berimbas pada pembayaran Dinas Kesehatan ke rumah sakit juga menumpuk. Selain itu, terutama untuk mencegah kesalahan input data. Terlebih lagi penerapan sistem online ini dapat mendukung program Kartu Jakarta Sehat.
"Nah, kalau sistem aplikasi yang ada di RSCM, dia input data kalau salah keluar langsung merah. Seperti kita isi formulir online itu loh. Begitu kita mau berikutnya, tidak bisa karena ada yang belum terisi dengan benar. Tinggal dibetulkan saja data-data, lebih simpel. Nah, dengan cara seperti itu, penagihan online ini langsung kirim akan lebih cepat," jelasnya.
Dia menambahkan, pada bulan Maret ini akan mulai dilakukan pelatihan oleh pihak RSCM FK UI kepada sekitar 5 orang staf perwakilan dari rumah sakit di Jakarta. Kemudian, direncanakan pada bulan April mendatang sistem aplikasi penagihan online akan bisa diterapkan.
"Kira-kira bulan ini akan ada pelatihan. April baru mereka siap pasang-pasang online link," paparnya.
Sebelumnya, DPRD DKI jakarta melalui fraksi Hanura mengingatkan Pemprov DKI untuk tidak terlambat dalam melakukan pembayaran kepada Rumah Sakit tempat keluarga miskin berobat. (mdk/war)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya