RS Admira: Dari awal kami tak resmi gabung KJS
Merdeka.com - 16 Rumah sakit swasta yang sebelumnya dikabarkan mundur dari program KJS hari ini memberikan klarifikasi kepada DPRD DKI Jakarta. Direktur Utama Rumah Sakit Admira, Jakarta Timur, Chairulsjah Sjahruddin membantah jika pihaknya mundur dari pelayanan pasien dengan program KJS.
"Sama dengan rumah sakit lainnya, kami dukung KJS. Pada saat buka 26 Januari 2012 kita sudah layani SKTM dan gakin dengan jumlah ratusan. Saya dari awal nggak pernah resmi gabung dalam program KJS. Kami hanya nyatakan berpartisipasi," jelas Chairulsjah di Komisi E DPRD, Jakarta, Kamis (23/5).
Dirinya menegaskan bahwa Rumah Sakit Admira tetap konsisten mendukung program KJS. Namun, karena pihaknya melihat sistem Indonesia Case Base Group's (INA CBG's) dalam program KJS dijumpai ada kelemahan, pihaknya memilih untuk stagnan. INA CBG's sistem aplikasi pengajuan klaim ke RS atau puskesmas bagi pasien miskin di Indonesia.
"Karena kami udah lihat ada kelemahan di INA CBG'snya. Kami nggak mundur. Kami mau lihat situasi. Kami menyatakan bersedia berpartisipasi dengan syarat kami sudah deteksi ada persoalan dalam INA CBG's dan kita bereskan," kata Chairulsjah.
"Kami udah katakan sebaiknya kerjasama pemprov dan rumah sakit di Jakarta ada mou sehingga ada bentuk tanggung jawab. Melalui event ini Admira nggak pernah mundur," tandasnya.
Sebelumnya, sempat dikabarkan terdapat 16 RS swasta yang mundur dari program KJS. Di antaranya, RS Thamrin, RS Admira RS Bunda Suci, RS Mulya Sari, RS Satya Negara, RS Paru Firdaus, RS Islam Sukapura, RS Husada, RS Sumber Waras, RS Suka Mulya, RS Port Medical, RS Puri Mandiri Kedoya, RS Tria Dipa, RS JMC, RS Mediros, dan RS Restu Mulya. (mdk/ian)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya