Rombongan Anak Bawa Pistol Mainan saat Demo di Kedubes Prancis Dipulangkan
Merdeka.com - Polisi telah memulangkan 10 orang anak yang sempat diamankan saat aksi unjuk rasa di Kedutaan Besar (Kedubes) Prancis, Jakarta Pusat, Senin (2/11) kemarin. Pemulangan ini dilakukan beberapa jam setelah mereka diamankan.
"Tadi malam dipulangkan dikembalikan ke orangtuanya, semuanya. Dijemput dari Polres Bogor, terus diantar ke orangtuanya jam 7 atau 8 malam," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto saat dihubungi merdeka.com, Selasa (3/11).
Sebelum diserahkan ke Polres Bogor, mereka lebih dulu dilakukan pendataan oleh pihaknya di Polsek Metro Menteng, Jakarta Pusat.
"Enggak (ada perjanjian), kita pendataan saja, baru kita serahkan ke orangtuanya biar dibina orangtuanya, kan itu pembinaan orangtua," ujarnya.
Sementara itu, Kapolsek Metro Menteng AKBP Guntur Muhammad Thariq menjelaskan, puluhan orang yang masih berstatus sebagai pelajar ini datang dari Bogor ke Jakarta dengan menggunakan mobil truk. Karena, mereka juga memang saling kenal satu sama lainnya.
"(Ke Jakarta) Ngompreng, kayak anak zaman dulu. Jadi kalau suka ngompreng mobil bak terbuka begitu naik, truk terbuka naik. Jadi dari Bogor misalnya ini truk mau ke mana, mau ke Cawang dia naik, nanti dari Cawang dia turun di Manggarai terus jalan kaki, begitu loh. Kemarin ada bahasa lucunya lah, bahasa-bahasa ngompreng-ngompreng begitu," jelas Guntur.
Lalu, terkait satu orang anak yang kedapatan membawa pistol mainan tersebut. Ternyata didapatnya dari satu mobil bak terbuka atau truk yang ditumpanginya.
"Dia nemu di dalam salah satu truk. Kayaknya mainan anaknya yang punya truk atau omprengan itu, pistol yang kalau dipencet tret, tret bunyi-bunyi begitu loh. Cuma kan anggota responsif saja. Iya (dapat) dari truk, pas dia ngompreng-ngompreng begitu dapat pistol itu," ungkapnya.
Tak Dapat Izin Orangtua
Saat dilakukan pendataan, mereka mengaku belum izin lebih dulu kepada orangtuanya untuk mengikuti aksi unjuk rasa tersebut. "Tidak (izin orang tua), jadi mereka pecinta Rasulullah. Pokoknya oh, ada kumpul-kumpul di sana, ayo kita ke sana," ujarnya.
Para pelajar itu mengaku mengetahui informasi tersebut berdasarkan dari suatu pemberitaan yang mereka dapati atau baca secara online (daring).
"(Tahu ada demo) Dari mulut-mulut sama berita-berita baca pake handphone daring-daring gitu. Baca detik mungkin ada informasi apa, baca kumparan atau baca merdeka, besok akan ada aksi di Prancis membela Nabi Muhammad, mereka tergugah, begitu saja sih," tutupnya.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya