Ribut sama Basuki, nyaman dengan Sandi
Merdeka.com - "Pak Rustam itu berprestasi ya menurut saya. Harusnya kalau tidak bisa melakukan tugas dengan baik dirangkul, bukan dijatuhkan."
Sandiaga Uno saat itu calon gubernur DKI. Dia memberikan pendapat soal perseteruan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dengan Wali Kota Jakarta Utara, Rustam Effendi. Akhirnya Rustam memilih mundur.
Tensi tinggi keduanya berawal ketika Ahok menuding Rustam tak becus menyelesaikan proyek penanggulangan banjir. Kegeraman Ahok terhadap Rustam ini disampaikan dalam rapat penanggulangan banjir bersama jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lainnya.
Rustam juga dianggap pro Yusril Ihza Mahendra yang berniat maju di DKI. Ahok bahkan menyebut Rustam memiliki 'geng' yang di dalamnya terdapat perkumpulan pejabat hobi main golf.
"Eh lu (Rustam) mau main golf ya main, tapi kerjaan lu beres. Dia (Rustam) bilang, 'saya main dua kali dan kalau seminggu sekali boleh.' Saya kasih uang Rp 50 juta dari uang operasional jangan buat main golf ya, ini buat kawinan warga," ujar Ahok di Balai Kota Jakarta, Senin (25/4).
Tak tahan Rustam akhirnya menanggalkan jabatan. Rustam tak mau berlama-lama berseteru karena bisa mengganggu pekerjaan.
"Saya ingin mengakhiri semua kekisruhan atau kebisingan karena mengganggu pak gubernur bekerja, banyak hal yang dikerjakan," ujar Rustam di kantor wali kota Jakarta Utara, Selasa (26/4).
Rustam pun sempat curhat di akun Facebook pribadinya dan membantah semua yang dituduhkan kepadanya. Dia pun menilai pernyataan Ahok bahwa dia bersekutu dengan Yusril itu sangatlah menyakitkan.
"Saya nyatakan bahwa tuduhan saya bersekutu dengan Pak Yusril adalah tidak benar," ujar Rustam melalui postingan di akun Facebook miliknya, Sabtu (23/4).
Setelah mundur, hampir satu tahun lebih Rustam menjadi staf. Pertama di Badan Pendidikan dan Pelatihan DKI, tak lama kemudian pindah ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Kini Rustam kembali menjadi staf. Cuma bedanya sekarang staf khusus Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno.
"Pak Rustam mulai Senin ini aktif mendampingi saya sebagai staf khusus untuk membidangi banyak sekali pengaduan masyarakat," kata Sandiaga di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (6/11).
Sandi merasa saat ini banyak warga yang bolak-balik tiga sampai empat kali ke Balai Kota hanya untuk mengadu keluhannya. Sehingga, dia menilai Rustam sudah berpengalaman dalam melayani warga.
"Pak Rustam sangat berpengalaman, sudah meniti kariernya dari awal di DKI dan butuh percepatan untuk penanganan layanan masyarakat, pengaduan seperti ini," ungkap Sandiaga.
Rustam mengaku awalnya diminta bantuan oleh Sandi untuk menampung pengaduan dari masyarakat karena jumlahnya sangat banyak. Selanjutnya, kata dia, secepat mungkin dilakukan koordinasi dengan dinas terkait agar pengaduan lebih tersalurkan.
Menurutnya, ada dua prioritas utama, pertama kaki lima di Jalan Cengkeh, Kota Tua, Jakarta Barat. Kedua laporan di Rusun Marunda. "Kita koordinasikan dengan dinas terkait sesuai dengan yang dikeluhkan masyarakat," tuturnya.
Dia pun optimis dapat menjalankan tugas itu dengan maksimal. Terlebih, Rustam merasa lebih nyaman berkoordinasi dengan pemimpin baru ibu kota.
"Kelihatannya sekarang lebih enjoy. Buat saya enak bekerja, hubungan bagaimana saya menghormati pimpinan, dan posisi beliau kerja saya dihargai. Ya, suasananya enak," tuturnya.
"Kesannya tidak tegang. Yang penting itu dulu. Bisa dilihat kan," tambahnya.
Memang dahulu (zaman Ahok) enggak enak ya? "Ah, arahnya ke situ mulu," tandasnya sambil tertawa.
(mdk/did)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya