Reaksi Anies Soal Penggusuran Penghuni Bedeng di Samping JIS
Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku tidak mengetahui ada penggusuran warga bantaran rel di dekat Jakarta International Stadium (JIS). Dia meminta hal iu ditanyakan pada Kereta Api Indonesia (KAI).
"Wah enggak tahu, itu KAI. Lebih baik tanya KAI saja," kata Anies di Kawasan Olahraga Terpadu JIS, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Rabu (12/10).
Anies juga tidak tahu ke mana warga gusuran tersebut di relokasi. Dia juga tidak mendapatkan informasi warga bantaran rel akan di dipindah ke Kampung Susun Bayam. Seperti diketahui, Kampung Susun Bayam diperuntukkan bagi warga yang terdampak pembangunan JIS.
Meskipun terdapat aparat Pemprov DKI saat penggusuran terjadi, Anies bersikukuh tidak tahu adanya penertiban yang dilakukan.
Sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia (KAI) meminta pemilik bedeng di sekitar kawasan Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta Utara untuk membongkar bangunan liarnya paling lambat Senin (10/10).
Adapun pembongkaran ini perlu dilakukan untuk mendukung pembangunan Stasiun KRL temporary di JIS.
"Untuk sterilisasi jalur kereta api guna mendukung pembangunan stasiun KRL temporary di kawasan JIS, agar saudara segera membongkar bangunan liar yang berada di atas lahan milik Kereta Api Indonesia paling lambat 10 Oktober," bunyi surat tersebut.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria turut berkomentar terkait penertiban yang diminta PT KAI kepada pemilik bedeng di sekitar kawasan JIS tersebut.
Riza mengatakan, lingkungan di sekitar JIS memang perlu dirapikan agar pemandangannya baik dan menarik.
"Memang di situ kan kita harus rapikan supaya lingkungannya baik, pemandangannya baik, dan menarik supaya JIS yang berskala internasional ini betul-betul dapat dilihat secara luas," kata Riza ketika ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Selasa (11/10).
Riza menambahkan, pihaknya tidak bermaksud untuk menggusur. Akan tetapi, bagi warga yang memiliki hak tanah di situ, pihaknya akan alokasikan di tempat yang akan ditentukan.
"Tidak bermaksud menggusur. Tentu bagi warga yang mempunyai hak akan dialokasikan. Sebagaimana tempat-tempat lain, kan kita alokasikan. Nanti akan dicarikan," tambah Riza.
Terpisah, Kepala Humas KAI Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa mengklaim tidak ada pembongkaran di kawasan tersebut karena para pemilik bedeng telah koopertif.
"Tidak jadi penertiban karena semuanya sudah kooperatif melakukan pengosongan mandiri," kata Eva ketika dihubungi.
Eva juga mengatakan, terdapat kerja bakti kewilayahan yang dilakukan bersama TNI, Polri, dan pemerintah kota Jakarta Utara. Lebih lanjut, Eva mengungkapkan bahwa terdapat 254 bedeng di sekitar JIS.
"Secara total terdapat 254 bangunan yang tidak permanen dan sampai hari ini, setelah kita melakukan sosialisasi, terlihat hampir semua bangunan dikosongkan," ujar Eva.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya