Ratna Sarumpaet protes Ahok bakal gusur kampung Luar Batang
Merdeka.com - Rencana Pemprov DKI menggusur permukiman warga di sekitar Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara, mendapat penolakan dari aktivis, Ratna Sarumpaet. Dia mengkritik langkah Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, yang tak henti-hentinya melakukan penggusuran.
"Wilayah Luar Batang inikan bagian dari cagar budaya. Jadi saya waktu dengar akan digusur, saya terganggu dan menolak. Bukan berarti yang lain-lain saya tidak terganggu, tetapi cara penggusuran itu sudah tidak boleh," kata Ratna Sarumpaet di Masjid Luar Batang Penjaringan Jakarta Utara, Sabtu (2/4).
Saran Ratna, pemerintah harusnya bisa mempertahankan wilayah cagar budaya, misalnya dengan membersihkan got-got sekitar. Bukan semena-mena main gusur.
"Pemerintah itu sebenarnya harus sadar bahwa ini cagar budaya, sebagai cagar budaya tidak ada cara lain kecuali diperbaiki, bukan untuk digusur. Diperbaiki di sini maksudnya kampung itu harus diperbaiki dan dirapikan, misalnya got-gotnya dibersihkan, rumah-rumah diperbaiki, mungkin jalannya sudah terlalu sempit. Jadi dibuat yang rapi. Kalau itu saya setuju-setuju saja," kata dia.
Apalagi, sambungnya, di sana juga terdapat Masjid Jamie Keramat Luar Batang dan makam habib. Buat warga sekitar dan sebagian warga Jakarta, tempat itu sangat mempunyai nilai sejarah.
"Persoalan lain Heritage utamanya Luar Batang salah satunya masjid. Masjid ini sudah bagian dari sejarah. Kalau rakyat digusur lalu masjid jadi apa, jadi pajangan. Itu tidak bisa, masjid itu ada human-nya. Itu dua hal yang tidak bisa dipisahkan antara masjid dengan human. Begitu human-nya dipindahkan lalu ini masjid gunanya apa," ucapnya.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya