Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Rapat RPJMD 2018-2022, DPRD minta Anies setop swastanisasi air di Jakarta

Rapat RPJMD 2018-2022, DPRD minta Anies setop swastanisasi air di Jakarta Ilustrasi air. ©Shutterstock/silver-john

Merdeka.com - Fraksi-fraksi partai di DPRD DKI Jakarta menyampaikan pandangan umumnya terhadap rancangan peraturan daerah (raperda) soal rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Provinsi DKI Jakarta tahun 2018-2022. Salah satu yang disorot adalah pengelolaan sumber daya air, dan air limbah, dan sampah di Ibukota.

Fraksi Gerindra meminta Gubernur Anies Baswedan memutuskan hubungan kontrak pengelolaan air oleh pihak swasta, yaitu PT Aetra Air Jakarta dan PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja), dan segera melaksanakan putusan Mahkamah Agung Nomor 31KPdt/2017.

"Kami meminta gubernur segera mengeksekusi putusan MA terkait pengelolaan air di Jakarta oleh swasta agar dikembalikan sepenuhnya ke negara, PDAM Jaya, demi keadilan dan kesejahteraan masyarakat," kata anggota Gerindra Fadjar Sidik di Gedung DPRD DKI, Senin (2/4).

Fajar menyatakan, fraksi Gerindra juga menuntut percepatan pembangunan jaringan pipa air bersih ke pemukiman salah satunya wilayah utara Jakarta. "Harus segera direalisasikan," ujar Fajar.

Hal senada disampaikan fraksi NasDem. Ketua NasDem DKI Bestari Barus menyebut kurang dari 50 persen warga Jakarta yang bisa menikmati air bersih. "Hal ini karena belum maksimalnya konsentrasi Pemprov DKI menyangkut pengadaan air bersih," katanya

NasDem meminta PDAM Jaya sebagai badan usaha milik daerah (BUMD) di bidang pelayanan air minum, bekerja lebih keras untuk mengentaskan permasalahan air bersih.

"Sebagai contoh, Kelurahan Kebon Kosong yang selama 32 tahun belum mendapatkan pelayanan sambungan air bersih, mengingat mereka juga telah membayar pajak selama 32 tahun untuk pembangunan infrastruktur sumber air yang normal," kata Bestari.

Sementara itu, fraksi PDI Perjuangan mengusulkan agar penyedotan tinja dan air limbah rumah tangga di lingkungan kumuh dan miskin digratiskan serta meminta Anies-Sandi melanjutkan normalisasi 13 sungai.

Reporter: Delvira Hutabarat

Sumber: Liputan6.com

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP