Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ramadan, jumlah sampah di DKI meningkat 7 persen

Ramadan, jumlah sampah di DKI meningkat 7 persen TPA Bantar gebang. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Selama bulan Ramadan 2016, terjadi peningkatan jumlah tonase sampah di Jakarta ke Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi. Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta, Isnawa Adji mengatakan volume sampah meningkat sekitar 7 persen selama bulan Ramadan.

Sebelum Ramadan, volume sampah dari warga Jakarta ke TPST Bantargebang adalah 6.610 ton per hari. Setelah Ramadan, dari hari pertama hingga hari 24, sampah meningkat menjadi 7.073 ton per harinya. Dari hitungan rata-rata, terjadi kenaikan 463 ton sampah selama Ramadan.

"Rata-rata per hari tonase sampah sebelum bulan Ramadhan yang masuk ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang adalah 6.610 ton/hari. Sedangkan Rata-rata per hari tonase sampah selama bulan Ramadan (1-24 Ramadan) yang masuk ke TPST Bantargebang adalah 7.073 ton/hari," kata Isnawa dari siaran persnya, Senin (4/7).

"Terjadi peningkatan tonase sampah dibandingkan dengan sebelum Ramadhan sebanyak 7.703 ton per hari – 6.610 ton per hari = 463 ton per hari. Peningkatan sebesar 7 persen. selama bulan Ramadan," sambungnya.

Isnawa menjelaskan, penyebabnya adalah perubahan pola konsumsi masyarakat pada saat sahur dan berbuka puasa membuat produksi sampah mengalami peningkatan. "Peningkatan ini disebabkan perubahan pola konsumsi masyarakat dengan meningkatnya konsumsi pada saat berbuka puasa dan sahur," terang Isnawa.

Dan kebanyakan, kata Isnawa, peningkatan volume sampah yang masuk TPST Bantargebang didominasi jenis sampah rumah tangga. "Adapun jenis sampah yang meningkat kebanyakan berupa sampah rumah tangga, seperti sayur-mayur, buah-buahan, plastik serta pembungkus makanan lainnya," pungkasnya.

(mdk/eko)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP