Ragam inovasi Anies-Sandi di 100 hari kerja pimpin Jakarta
Merdeka.com - Anies Baswedan dan Sandiaga Uno resmi dilantik sebagai gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 16 Oktober 2017 silam. Hari ini, tanggal 24 Januari 2018, masa kerja keduanya genap 100 hari.
Meski usia kepemimpinan mereka baru seumur jagung, nyatanya Anies-Sandi sudah mampu membuat sejumlah terobos. Sebagian khalayak banyak yang tak menyangka. Tapi keduanya membuktikan.
Salah satunya ketika Sandiaga memilih meninjau sejumlah proyek yang tengah dibangun di Jakarta menyambut Asian Games dengan cara berlari. Tak seorang diri, dia mengajak pejabat di tiap satuan kerja perangkat daerah (SKPD) juga ikut berlari bersama. Bahkan Menteri BUMN Rini Soemarno pernah turut serta.
Terobosan lainnya ketika Anies memutuskan menghapuskan laporan pertanggungjawaban dana operasional RT/RW. Pada pemerintahan Basuki Tjahaja Purnama, pengurus RT/RW justru harus membuat laporan pengeluaran sebagai pertanggungjawaban atas penggunaan APBD DKI Jakarta.
Meski demikian, Anies mengingatkan pengurus RT dan RW harus benar-benar menggunakan dana tersebut untuk kepentingan warga Jakarta. Meski memakai sistem kepercayaan, dia berharap ketua RT/RW lebih fokus pada pelayanan daripada administratif.
"Tadi saya sudah tanya sama Asisten Pemerintahan. 2017 Bapak ibu tidak perlu menuliskan laporan pertanggungjawaban lagi," tegas Anies saat memberikan sambutan di Gedung Pertemuan Pertamina, Cempaka Putih pada 5 Desember lalu.
Terobosan lainnya, Anies memberikan kesempatan penyandang disabilitas yang ingin bekerja di Pemprov DKI Jakarta. Bapak empat orang anak itu mengatakan, Pemprov DKI Jakarta harus menunjukkan kepada perusahaan bahwa penyandang disabilitas mampu bekerja seperti warga lain.
Rekrutmen penyandang disabilitas sebagai pegawai DKI akan mulai dilakukan tahun 2018. "Kalau Pemprov Jakarta tidak merekrut mereka secara serius, bagaimana mungkin kita mengajak yang lain?" kata Anies di Panti Sosial Bina Grahita Belaian Kasih, Kalideres, Rabu (6/12/2017).
Kemudian, Pemprov DKI Jakarta juga berencana 'menghidupkan' kembali becak yang telah dilarang. Anies-Sandi melakukan itu karena sebelumnya mereka telah membuat kontrak politik dengan Forum Komunitas Tanah Merah Bersatu. Kontrak politik tersebut ditandatangani langsung oleh Anies Baswedan pada 2 Oktober 2016.
Terdapat beberapa poin salah satunya terkait perlindungan dan penataan ekonomi informal, PKL, becak, nelayan tradisional, pekerja rumah tanggal, asongan, pedagang kecil dan pasar tradisional.
"Kontrak politik ini disodorkan untuk pak Anies dan ternyata ini kontrak politik pemerintah sebelumnya juga. Jadi mereka memiliki beberapa kontrak politik. Jadi ini yang lagi coba kita tunaikan sebagai bentuk satu kesatuan," kata Sandiaga pada 17 Januari lalu.
Ragam terobos terus dinanti dari dua pemimpin baru Ibu Kota Jakarta. Anies dan Sandi masih punya waktu 56 bulan untuk membuktikan kerja mereka mengubah wajah Jakarta menjadi lebih baik.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya