Putra Siregar: Rico Dikeroyok Hampir Meninggal, Saya Melerai
Merdeka.com - Pengusaha telepon seluler (ponsel), Putra Siregar membantah telah melakukan penganiayaan terhadap M. Nur Alamsyah di sebuah kafe di bilangan Jakarta, Selatan.
Putra Siregar mengaku saat itu hendak melerai pertikaian antara Rico Valentino dengan M. Nur Alamsyah.
"Mereka-mereka. Saya lihat Rico mau dikeroyok hampir mau meninggal Riconya, terus saya lerai. Makanya belum bisa banyak komentar saya," kata Putra Siregar di Polres Metro Jaksel, Rabu (13/4).
Putra Siregar mengatakan, ia beritikad untuk menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan. Apalagi, yang dilakukan murni hendak melerai perkelahian. "Doanya ya kakak semoga bisa mediasi bulan suci Ramadan kan," ujar dia.
Putra Siregar mengakui pihak pelapor pun punya niat yang sama. Diungkapkan, saat itu ia sempat dihubungi oleh M. Nur Alamsyah. Namun, situasi yang tak memungkinan untuk mengangkat telepon.
"Saya kan umroh, takutnya ngga jadi umroh. Tapi saya koperatif kok. Iya kan saya baru pulang. Langsung ke sini, ini masih botak ini," tandas dia.
Reporter: Ady Anugrahadi
Sumber: Liputan6.com
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya