PSI Khawatir Tumpukan Sampah Bantargebang Jika Jadi Lapangan Golf Berpotensi Longsor
Merdeka.com - Pembangunan lapangan golf dari gunungan sampah di Bantargebang, Kota Bekasi, dinilai tidak aman hanya berdasarkan pertimbangan teknis yang terbatas. Anggota Komisi D DPRD DKI, August Hamonangan mengatakan bahaya pemanfaatan sampah yang tidak tepat dapat menimbulkan potensi longsor
"Dikhawatirkan akan berbahaya apabila tidak dibangun secara hati-hati. Apalagi ada potensi gas metan ataupun air lindi sampah yang berbau dan potensi longsor sampah di Bantargebang," ucap August, Jumat (26/11).
August tidak mempermasalahkan wacana yang disampaikan Ketua Komisi D Ida Mahmudah, mengenai pembangunan lapangan golf dari gunungan sampah Bantargebang. Setiap anggota berhak menyampaikan gagasan.
Hanya saja, August sebagai perwakilan Fraksi PSI di Komisi D menekankan agar Dinas Lingkungan Hidup fokus mengurangi volume sampah yang dikirim Jakarta ke Bantargebang dengan metode ramah lingkungan dan berharga ekonomis.
Saat ini, Dinas Lingkungan Hidup dinilai fokus membangun fasilitas pengolahan sampah dengan membangun beberapa fasilitas. Namun, cara ini, diakui August membutuhkan waktu lama dan biaya fantastis.
"Seharusnya program pemilahan sampah organik lalu diolah dengan menggunakan maggot Black Soldier Fly (BSF) yang sekarang berjalan di beberapa RW di Jakarta bisa lebih diperbanyak," ucapnya.
Sebelumnya, Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Ida Mahmudah rekomendasi TPST Bantargebang menjadi lapangan golf itu merupakan usulan jangka panjang. Sebab, Pemprov DKI Jakarta sebagai pemilik aset TPST Bantargebang mempunyai perjanjian kerja sama dengan Pemerintah Kota Bekasi.
Salah satu perjanjiannya yaitu memastikan bahwa ketika tempat pembuangan sampah warga ibu kota itu sudah ditutup tidak meninggalkan gunungan sampah yang mengakibatkan masalah lingkungan.
Oleh karena itu, menurut Ida tumpukan sampah itu lebih baik dibuat lapangan golf dibanding meratakan tumpukan sampah dengan biaya besar.
Ida menyampaikan, usulan itu berkaca dari Korea Selatan yang menyulap tempat pembuangan sampah menjadi lapangan golf.
"Jadi begini, di Korea pembuangan sampah seluas 500 hektar itu yang sudah sangat numpuk disulap jadi lapangan golf dan tidak mahal tidak sulit, menurut korea," kata Ida di sela rapat Badan Anggaran DPRD DKI, Rabu (24/11) malam.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya