PSBB Transisi di DKI Tak Bantu Turunkan Kasus Covid-19 Tanpa Adanya Ketegasan
Merdeka.com - Angka rata-rata kasus positif Corona atau positivity rate di DKI Jakarta melonjak drastis. Dari yang sebelumnya hanya 4-5 persen, kini menjadi 10,5 persen.
Padahal, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan baru saja memperpanjang PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) 3-16 Juli. Faktanya, kasus baru infeksi Sars-Cov2 yang menyebabkan Covid-19 terus meningkat.
Anggota DPRD DKI Jakarta, Basri Baco menilai bukan menyoal PSBB diperpanjang atau tidak. Melainkan, ketegasan petugas, kontrol serta edukasi kepada masyarakat.
"Jadi sebenarnya bukan kepada kebijakan PSBB ini diperpanjang atau bukan tidak diperpanjang sebenarnya. Kalau memang tidak ada kontrol, tidak ada pengawasan yang ketat, edukasinya lemah lebih sering urusin ekonomi, pasti (kasus) akan naik," kata Basri di Jakarta, Rabu (15/7).
Pun ia mendesak Anies Baswedan segera mengkaji kenaikan kasus baru yang terjadi pada masa transisi kemarin. "Yang harus dikajikan kenapa di masa transisi kemarin kenaikannya drastis sudah hampir empat hari," tegasnya.
"Kan bisa dilihat apakah pengawasannya kuat. Logikanya pasti kalau ekonomi dibuka, pasar dibuka, mal dibuka, kantor dilonggarkan terus minim penindakan, pengawasan pasti akan naik terus," sambungnya.
Sebelumnya, Pemprov DKI diketahui telah menerapkan PSBB transisi sejak 5 Juni hingga 2 Juli 2020. Kemudian diperpanjang 14 hari terhitung 3 Juli hingga 16 Juli. Anies Baswedan menyatakan keputusan itu diambil berdasar hasil rapat Gugus tugas Covid-19 DKI Jakarta.
"Kesimpulan rapat gugus tadi disimpulkan bahwa PSBB transisi yaitu kegiatan masih kapasitas 50 persen akan diteruskan 14 hari ke depan," kata Anies dalam Konpers daring, Rabu (1/7).
Anies menyebut hasil penilaian tim fakultas kesehatan masyarakat UI Jakarta mendapat skor 71 yang artinya bisa dapat dilakukan pelonggaran PSBB.
Apabila skor di batas 70 boleh pelonggaran. Dari total skor (Jakarta) ini, status kita bisa melakukan pelonggaran," tambah Anies.
Skor tersebut didapatkan dari tiga unsur yakni epidemologi, kesehatan publik dan fasilitas kesehatan. Anies merinci skor-skor tersebut.
"Terihat epidemologi (Jakarta) 75, kesehatan publik 54, fasilitas kesehatan 83, total 71," ucapnya.
(mdk/rhm)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya