Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

PSBB Diperpanjang, Anies Diminta Hadirkan Solusi untuk Sektor Pendidikan

PSBB Diperpanjang, Anies Diminta Hadirkan Solusi untuk Sektor Pendidikan Anggota Fraksi PAN DPRD DKI Jakarta Zita Anjani. ©2019 Merdeka.com/Hari Ariyanti

Merdeka.com - Gubernur Anies Baswedan memperpanjang masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada bulan Juni ini. Wakil Ketua DPRD DKI Fraksi PAN, Zita Anjani meminta Anies punya punya solusi agar masyarakat Jakarta yang terdampak dari kebijakan PSBB tidak merugi.

"Setiap keputusan pasti ada dampak, dampak itu yang harus ada solusinya. Sekarang Gubernur punya beban tanggung jawab dampak dari PSBB tersebut, baik ekonomi maupun pendidikan, warga butuh solusi dari itu," kata Zita, Kamis (4/6).

Menurutnya, masyarakat ingin kehidupan yang pasti dan roda ekonomi harus di putar kembali. Serta sudah saatnya transisi menuju new normal. Tentu dengan syarat pedoman di segala sektor harus siap, ekonomi, pendidikan, dan bidang lainnya.

"Pasar seperti apa, sekolah seperti apa. Pengawasannya seperti apa, bila itu di buka. Supaya tidak jadi new problem," ucapnya.

Kemudian, lanjut Zita, bila Pemprov DKI tidak melonggarkan PSBB dan meminta warga tetap masih bertahan rumah, perlu ada dukungan ekonomi yang jelas.

"Azas keadilan pemerintah penting, warga nurut, tapi kasih solusi untuk mereka pelaku umkm, karyawan yang di PHK, anak yang berhenti sekolah. Jangan sampai PSBB warga keluar mati, di dalam mati," ucapnya.

Zita meyakini Anies punya persiapan soal new normal. Dia ingin konsep Pemprov DKI terkait kehidupan normal baru benar-benar matang.

"Saya dengar Pak Anies punya konsep new normal sendiri, itu wajar, beliau lebih tahu keadaan di wilayahnya. Sekarang bukan hanya masalah kesehatan, semuanya harus diselamatkan. Kesehatan sudah terganggu, jangan sampai ekonomi dan pendidikan juga," ucapnya.

Putri Ketum PAN itu menambahkan, semua pihak pasti menghormati keputusan Gubernur soal perpanjangan PSSB atau new normal. Dia bilang, itu keputusan politik dan hak prerogatif Gubernur.

"Masyarakat tinggal ikut saja. Pak Anies dan jajaran sudah kerja keras 3 kali PSBB, DKI paling banyak bikin tes, terbanyak di Indonesia. Jadi keputusan yang di hasilkan bisa lebih tepat, rasionya sudah cukup untuk memutuskan," tandasnya.

(mdk/fik)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP