Prasetio Edi ingatkan Anies soal APBD: Banyak tikus got di DPRD & eksekutif
Merdeka.com - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi meminta Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno untuk berhati-hati dalam mengelola APBD 2018 yang mencapai Rp 76 triliun.
Bahkan dirinya menyinggung dalam anggaran APBD sangat rawan untuk dikorupsi baik dari eksekutif maupun legislatif. Bahkan dirinya memberikan perumpamaan orang-orang korupsi dengan istilah tikus-tikus got.
"Banyak tikus-tikus got di DPRD dan eksekutif. Buat Saya sebagai ketua DPRD, awal pembahasan anggaran terbuka untuk umum. Saya buka seadanya di mana BPK, kejaksaan, KPK, kepolisian silakan (liat)," katanya saat acara coffee morning di rumah dinasnya, Jl Imam Bonjol, Jakarta, Senin (6/11).
Prasetio menceritakan saat tahun 2016 menemukan anggaran 'siluman' di Dinas Sosial. Dia menyebut uang makan untuk pengemis yang diamankan oleh Dinas Sosial yang dinaikan dua kali lipat justru masuk ke kantong-kantong pribadi para anggota Dinas Sosial.
"Misal makan, mengangkat tukang minta-minta lampu merah pasti ditangkap dikasih makan taruh panti sosial. Bisa diambil uang makan sebagian, satu hari makan 3 kali, dikasih Rp 20 ribu berarti Rp 60 ribu. Makan Rp 20 ribu atau Rp 100 ribu. Ini salah satu contoh," ujarnya.
Untuk itu, ia mengajak gubernur dan wakil gubernur untuk saling kerja sama, bekerja saling terbuka, tidak ada yang ditutup-tutupi. Apabila ditemukan kendala, dia meminta Pemprov DKI untuk memanggilnya.
"Ada masalah dengan DPRD, panggil saya. Enggak ada masalah, saya terbuka. Era saya ketua DPRD enggak ada tertutup, saya ingin menjabat ke depan pembangunan (Jakarta) tambah baik," katanya.
(mdk/rzk)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya