Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Polisi Periksa Bos Gudang Tempat Ditemukan Bansos Terbengkalai di Pulogadung

Polisi Periksa Bos Gudang Tempat Ditemukan Bansos Terbengkalai di Pulogadung Kondisi gudang yang menyimpan sejumlah karung diduga berisi bansos terbengkalai di kawasan Industri . ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Kepolisian memeriksa bos gudang PT Penco Pangan Utama, Pulogadung, Jakarta Timur. Di gudang tersebut ditemukan puluhan ribu bantuan sosial dalam kondisi terbengkalai.

"Sudah, sudah datang (ke Polsek) pegawai dan pimpinannya sudah datang. Sejauh ini masih kami dalami karena sampai saat ini masih jelas kepemilikan barangnya. Masih milik PT sini," kata Kapolsek Cakung, Kompol Satria Darma, saat dihubungi merdeka.com, Selasa (22/12).

Satria mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan keterangan dari pemilik PT tersebut. Bahkan, kata Satria, pemilik PT terlihat kooperatif saat diperiksa.

"Kita perdalam temuan ini, kita mintai keterangan dari pemilik, pemilik kooperatif dan menunjukkan semua data yang ada di situ," ujarnya.

Sebelumnya, Polisi menerima laporan adanya bantuan sosial terbengkalai yang ada di salah satu gudang penyimpanan kawasan Industri Pulogadung, Jakarta Timur. Terkait laporan itu, polisi langsung mendatangi lokasi.

"Sejauh ini kami masih mendalami. Reskrim langsung ke sana untuk cek laporan masyarakat. Tapi kan kita belum bisa memastikan apakah itu ada pelanggaran pidana atau tidak sebelum laporan tim rampung," kata Kapolsek Cakung Kompol Satria Darma saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin (21/12).

Seperti diberitakan Antara, gudang penyimpanan bantuan sosial itu berlokasi di Jalan Pulo Buaran II Blok N1-N3 Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta Timur. Sekitar pukul 13.00 Wib tampak sejumlah petugas dari Unit Reserse Kriminal Polsek Cakung yang melakukan peninjauan ke lokasi gudang.

Sejumlah polisi berpakaian bebas itu tampak berdialog dengan sejumlah petugas keamanan gudang dan dipersilakan masuk menuju ke dalam gudang penyimpanan.

Salah satu petugas keamanan gudang mengatakan bahwa bansos yang tersimpan di dalam gudang merupakan milik pribadi.

"Awalnya memang ada rencana kerja sama dengan Kemensos untuk penyaluran bansos ini, tapi batal. Jadi statusnya milik pribadi untuk dijual secara ritel," katanya.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP