Polisi kesulitan ungkap pelempar granat sebuah gedung di Duren Sawit
Merdeka.com - Senin 16 November dini hari lalu, Gedung Multipiranti Graha, Jalan Rain Inten, Duren Sawit, Jakarta Timur, dilempar granat. Hingga kini polisi masih memburu pelempar granat yang membuat seorang petugas keamanan gedung tersebut terluka.
"Kita juga kan belum tahu pelempar itu masyarakat sipil atau bukan," terang Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes M Iqbal, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (20/11).
Ditambahkan dia, asal usul granat juga terus diselidiki. Dia akuinya, saat ini kepemilikan senjata api maupun granat tak hanya dimiliki polisi maupun TNI.
"Granat diperuntukkan untuk institusi yang memerlukan untuk mempertahankan keamanan yaitu TNI dan Polri, Polri aja hanya Brimob. Tetapi dalam aksi kejahatan, bisa saja sipil mempunyai granat. Senjata jenis apapun sekarang bisa saja dimiliki selain aparat itu sendiri," beber dia.
Sampai hari ini, diduga kasus pelemparan granat tersebut karena masalah pribadi. Polisi akan memanggil pemilik gedung untuk memastikan dugaan motif pelemparan granat tersebut.
"Kita duga bukan kelompok teror, termasuk aksi teror. Dugaannya kepentingan pribadi. Kita memeriksa dan mengecek manajemen gedung kemudian laporan forensik dari Pindad kita telusuri. Sehebat apapun sistem bisa di tembus pelaku kejahatan," pungkasnya.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya