Polisi buru pemilik ruko tempat korban mutilasi Ancol ditemukan

Reporter : Laurel Benny Saron Silalahi | Kamis, 14 Maret 2013 02:46




Polisi buru pemilik ruko tempat korban mutilasi Ancol ditemukan
kasus mutilasi ancol. ©2013 Merdeka.com/sholeh

Merdeka.com - Mayat laki-laki korban mutilasi ditemukan di sebuah ruko bernomor 26 D di kawasan Apartemen Mediterania Marina, Ancol, Jakarta Utara. Namun, hingga kini polisi belum mengetahui pemilik ruko tersebut.

"Kita cari pemilik ruko," kata Kapolres Jakarta Utara, Kombes M Iqbal, di lokasi kejadian, Kamis (14/3) dini hari.

Pantauan merdeka.com, ruko yang digunakan untuk mencetak lukisan itu memiliki tiga lantai, dengan masing-masing lantai mempunyai luas sekitar 20 meter persegi. Dari puluhan ruko yang ada di kawasan apartemen, kebanyakan masih kosong.

"Karena banyak yang kosong kita tidak terlalu mantau," kata seorang sekuriti di lokasi kejadian.

Seperti diketahui, korban diduga bernama Toni Arifin, umur sekitar 45-50 tahun. Ini berdasarkan laporan seorang wanita yang kehilangan suaminya sejak Senin lalu. Namun, polisi belum bisa memastikan apakah korban adalah Toni Arifin, karena tidak ada identitas yang melekat pada korban dan pelapor belum mengonfirmasi korban.

[ren]
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman


JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Mendagri akan ke KPK klarifikasi kepala daerah berekening gendut
  • Penemuan mayat wanita terbakar di perkebunan gegerkan Langkat
  • Dianggap dukung Boko Haram, 54 prajurit Nigeria dihukum mati
  • Ervani dituntut 10 bulan percobaan dan denda Rp 1 juta
  • Nama Olly dan Choel kembali masuk dalam dakwaan Hambalang
  • Pimpinan DPR ingatkan Rini beli Indosat, bukan jual gedung BUMN
  • Ini jadinya jika iPhone 6 direbus dalam Coca Cola
  • Aspar tewas gantung diri dengan umbul-umbul bendera di garasi
  • Ahok mau anak muda Jakarta tak antipolitik
  • Pengacara ditangkap polisi, LBH lapor ke Komnas HAM dan Polda
  • SHOW MORE