Polisi Buru Empat Pengendara Moge Penerobos Jalur TransJakarta
Merdeka.com - Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya masih menelusuri empat pengendara motor gede (moge) yang menerobos jalur Transjakarta saat konvoi di kawasan KH Hasyim Ashari, Cideng, Jakarta Pusat, Sabtu (29/5) siang.
"Ya kita juga sedang dalami CCTV yang ada di situ," ujar Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo kepada wartawan, Senin (31/5).
Selain menelusuri dari CCTV di lokasi, Polisi juga meminta keterangan dari empat pengendara konvoi moge yang sudah ditilang sebelumnya.
"Termasuk juga kita akan coba dalami dari 4 orang yang sudah kita tilang," kata Sambodo.
Sambodo mengingatkan kepada para pengendara, petugas kepolisian tidak memandang bulu menindak pelanggar lalu lintas. Termasuk pengguna moge.
"Hukum undang-undang itu berlaku sama kepada semua pihak semua sama dimuka hukum nah ini yang harus menjadi pertimbangan harus dipahami oleh masyarakat, kalau ada anggapan selama ini Polri tidak bisa menindak," imbaunya.
Diberitakan sebelumnya, aksi terobos jalur khusus Transjakarta masih terus terjadi. Kali ini, rombongan motor gede (moge) kedapatan konvoi di jalur busway di kawasan KH Hasyim Ashari, Cideng, Jakarta Pusat, pada Sabtu (29/5) siang.
"Sekitar jam 11 siang tadi, tim tindak Sat Lantas Polres Jakarta di bawah pimpinan IPDA Safril beserta lima anggota lainnya menindak moge masuk di jalur busway di Jalan Hasyim Ashari dari arah Grogol ke Jalan Gajah Mada," terang Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo Purnomo Yogo, kepada wartawan, Sabtu (29/5).
Penindakan tersebut berupa penilangan. Sambodo mengungkap, rombongan tersebut sebetulnya terdiri dari delapan motor, namun ada empat motor kabur sementara empat lainnya berhasil ditilang.
"Ditindak dengan tilang pasal 287 ayat 1 tentang Rambu," katanya.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya