Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Polda Metro: Selama 2015, 609 kecelakaan angkutan, taksi mendominasi

Polda Metro: Selama 2015, 609 kecelakaan angkutan, taksi mendominasi KRL tabrak metromini di Muara Angke. ©2015 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Polda Metro Jaya mencatat, sepanjang 2015 terjadi 609 kasus kecelakaan kendaraan umum. Kecelakaan angkutan umum beragam, melibatkan Kopaja, Metro Mini, bus, Mikrolet, Taksi, Bajaj, dan lainnya.

"Data kecelakaan yang dihimpun kepolisian, Taksi berada diurutan teratas dengan 183 kasus, kemudian bus 169 kasus, dan Mikrolet 93 kasus," kata Kepala Subdit Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto, Kamis (17/12).

Kasus kecelakaan yang melibatkan Metromini tengah jadi sorotan publik. Sebab, pelayanan angkutan umum tersebut jauh cenderung membahayakan penumpang. "Sementara Metro Mini di urutan keempat dengan 62 kasus, lalu Kopaja 41 kasus, omprengan 39 kasus, dan Bajaj 22 kasus," sambung dia.

Sementara untuk kasus kecelakaan yang melibatkan kendaraan pribadi lebih banyak dibanding kendaraan umum. Dalam setahun tercatat terjadi 1.646 kasus. Adapun kuantitas kecelakaan dengan kategori kendaraan beban, seperti truk dan pikap sebanyak 961 kasus kecelakaan.

"Kalau kecelakaan dengan sepeda motor diketahui sebanyak 4.992 kasus, dan 583 untuk sepeda angin," ungkapnya.

Sebelumnya, Metro Mini dikemudikan Denny Irawan (36) menabrak dua pejalan kaki di Meruya Utara, Jakarta Barat, Rabu (16/12) kemarin. Bocah bernama Azam Flamboyan (7), meninggal dunia, sedangkan ibunya, Muntiarsih (35) mengalami luka berat. Sementara itu, Denny Irawan sudah ditetapkan menjadi tersangka.

Sebelumnya, Metro Mini B80 jurusan Kota-Kalideres menerobos palang pintu pelintasan kereta api pada beberapa hari lalu. Akibatnya, bus menabrak KRL, dan 18 menjadi korban termasuk sopir dan kondekturnya. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP