Fenomena Jokowi (8)

Pojokkan Jokowi dengan isu SARA, sama dengan malapetaka

Reporter : Mustiana Lestari | Sabtu, 14 Juli 2012 16:53




Pojokkan Jokowi dengan isu SARA, sama dengan malapetaka

Merdeka.com - Tak mudah untuk menjadi pemenang dalam pemilihan gubernur DKI Jakarta putaran pertama. Kubu Jokowi - Ahok, tak jarang diterpa isu miring terkait dengan suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).

Isu SARA yang dilemparkan ke kubu Jokowi - Ahok dinilai bisa jadi malapetaka. Selain tidak cerdas, orang yang sengaja melemparkan isu tersebut dianggap tidak suka masyarakat Jakarta berdemokrasi. Alih-alih tujuan si penebar isu tercapai, malah Jokowi- Ahok memenangi pemilihan gubernur di putaran pertama versi quick count.

"Saya kok merasa ada kelompok yang mengalami kemunduran memahami Jakarta, karena di Jakarta secara historis punya macam-macam kelompok etnis agama. Kalau menggunakan senjata itu bisa menjadi malapetaka bagi kita semua," kata sejarawan Betawi, JJ Rizal saat dihubungi merdeka.com, Sabtu (14/7).

JJ Rizal memaparkan, belum tentu isu ini digulirkan oleh salah satu kontestan Pilgub DKI. Melainkan dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab. "Bisa saja berasal dari kelompok yang gak suka berdemokrasi cerdas," terang JJ Rizal.

Apalagi, menurut Rizal menurunnya tingkat pemilih Foke yang berasal dari etnis Betawi bisa dijadikan pembelajaran. Pemilih Jakarta saat ini lebih rasional dan cerdas. Mereka menginginkan seorang pemimpin yang menginginkan perubahan.

"Dalam pilkada suara Foke suara etnis Betawi menurun. Untuk Jokowi naik 25%. Itu potret di masyarakat menguat di atas etnis. Ada pikiran rasional mungkin Jokowi putaran pertama. Kubu Jokowi - Ahok , tak jarang diterpa isu miring terkait dengan suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).

Isu SARA yang dilemparkan ke kubu Jokowi -Ahok dinilai bisa jadi malapetaka. Selain tidak cerdas, orang yang sengaja melemparkan isu tersebut dianggap tidak suka masyarakat Jakarta berdemokrasi. Alih-alih tujuan si penebar isu tercapai, malah Jokowi - Ahok memenangi pemilihan gubernur di putaran pertama versi quick count.

"Saya kok merasa ada kelompok yang mengalami kemunduran memahami Jakarta, karena di Jakarta secara historis punya macam-macam kelompok etnis agama. Kalau menggunakan senjata itu bisa menjadi malapetaka bagi kita semua," kata sejarawan Betawi, JJ Rizal saat dihubungi merdeka.com, Sabtu (14/7).

JJ Rizal memaparkan, belum tentu isu ini digulirkan oleh salah satu kontestan Pilgub DKI. Melainkan dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab. "Bisa saja berasal dari kelompok yang gak suka berdemokrasi cerdas," terang JJ Rizal.

Apalagi, menurut Rizal m putaran pertama. Kubu Jokowi - Ahok, tak jarang diterpa isu miring terkait dengan suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).

Isu SARA yang dilemparkan ke kubu Jokowi-Ahok dinilai bisa jadi malapetaka. Selain tidak cerdas, orang yang sengaja melemparkan isu tersebut dianggap tidak suka masyarakat Jakarta berdemokrasi. Alih-alih tujuan si penebar isu tercapai, malah Jokowi-Ahok memenangi pemilihan gubernur di putaran pertama versi quick count.

"Saya kok merasa ada kelompok yang mengalami kemunduran memahami Jakarta, karena di Jakarta secara historis punya macam-macam kelompok etnis agama. Kalau menggunakan senjata itu bisa menjadi malapetaka bagi kita semua," kata sejarawan Betawi, JJ Rizal saat dihubungi merdeka.com, Sabtu (14/7).

JJ Rizal memaparkan, belum tentu isu ini digulirkan oleh salah satu kontestan Pilgub DKI. Melainkan dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab. "Bisa saja berasal dari kelompok yang gak suka berdemokrasi cerdas," terang JJ Rizal.

Apalagi, menurut Rizal menurunnya tingkat pemilih Foke yang berasal dari etnis Betawi bisa dijadikan pembelajaran. Pemilih Jakarta saat ini lebih rasional dan cerdas. Mereka menginginkan seorang pemimpin yang menginginkan perubahan.

"Dalam pilkada suara Foke DKI Jakarta putaran pertama. Kubu Jokowi - Ahok, tak jarang diterpa isu miring terkait dengan suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).

Isu SARA yang dilemparkan ke kubu Jokowi-Ahok dinilai bisa jadi malapetaka. Selain tidak cerdas, orang yang sengaja melemparkan isu tersebut dianggap tidak suka masyarakat Jakarta berdemokrasi. Alih-alih tujuan si penebar isu tercapai, malah Jokowi-Ahok memenangi pemilihan gubernur di putaran pertama versi quick count.

"Saya kok merasa ada kelompok yang mengalami kemunduran memahami Jakarta, karena di Jakarta secara historis punya macam-macam kelompok etnis agama. Kalau menggunakan senjata itu bisa menjadi malapetaka bagi kita semua," kata sejarawan Betawi, JJ Rizal saat dihubungi merdeka.com, Sabtu (14/7).

JJ Rizal memaparkan, belum tentu isu ini digulirkan oleh salah satu kontestan Pilgub DKI. Melainkan dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab. "Bisa saja berasal dari kelompok yang gak suka berdemokrasi cerdas," terang JJ Rizal.

Apalagi, menurut Rizal menurunnya tingkat pemilih Foke yang berasal dari etnis Betawi bisa dijadikan pembelajaran. Pemilih Jakarta saat ini lebih rasional dan cerdas. Mereka menginginkan seorang pemimpin yang menginginkan perubahan.

"Dalam pilkada suara Foke suara etnis Betawi menurun. Untuk Jokowi naik 25%. Itu potret di masyarakat menguat di atas etnis. Ada pikiran rasional mungkin Jokowi DKI Jakarta putaran pertama. Kubu Jokowi - Ahok, tak jarang diterpa isu miring terkait dengan suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).

Isu SARA yang dilemparkan ke kubu Jokowi

[war]

KUMPULAN BERITA
# Fenomena Jokowi# Jokowi

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER TOP 10 NEWS
Most Viewed Editors' Pick Most Comments

TRENDING ON MERDEKA.COM

LATEST UPDATE
  • 7 Khasiat tersembunyi jahe untuk kesehatan
  • Suzuki Gixxer jawab 'tantangan' Byson dan New MegaPro
  • DKPP justru apresiasi langkah KPU soal DPK dan DPKTb
  • SBY senang proses demokrasi berjalan dengan baik
  • Jokowi sebut putusan MK akan akhiri proses pilpres
  • Ulang Tahun Ke-15, Bocah dapat kado supercar!
  • Pacari adik Kim Kardashian, French Montana numpang beken?
  • Seorang pria serahkan diri ke polisi terkait kasus narkoba Unas
  • Fadli Zon sebut polisi biadab, minta Kapolda Metro dicopot
  • Banyak turis pilih akhiri hidup di Swiss
  • SHOW MORE