Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pimpinan DPRD DKI: Anies Harus Jelaskan Kemana Uang Rp560 M Buat Formula E?

Pimpinan DPRD DKI: Anies Harus Jelaskan Kemana Uang Rp560 M Buat Formula E? Anies Saksikan Formula E di Brooklyn, New York. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Zita Anjani meminta Gubernur Anies Baswedan menjelaskan nasib commitment fee sebesar Rp560 miliar yang sudah diserahkan kepada Formula E Operations (FEO).

Zita pun menyayangkan di tengah kondisi pandemi Covid-19 di ibu kota yang kian meningkat, masyarakat masih dihebohkan seputar nasib uang miliaran rupiah untuk penyelenggaran Formula E yang ditunda.

"Banyak informasi beredar, terkait anggaran yang dihabiskan untuk penyelenggaraan Formula E. Tidak sedikit yang bertanya kemana uangnya? Kenapa tidak untuk Covid saja, dan lain-lain. Saya pikir, lebih bijak kalau Gubernur yang langsung klarifikasi saja. Jawab pertanyaan publik dengan data dan fakta. Jangan sampai rakyat hanya menerka-nerka, akhirnya timbul hoaks," kata Zita saat dihubungi merdeka.com, Kamis (28/1).

Menurutnya, apa yang sudah diinfokan oleh pihak Pemprov DKI terkait penundaan dan jaminan uang commitment fee tidak hangus belumlah cukup. Karena masyarakat membutuhkan kepastian status nasib uang tersebut.

"Pemprov tidak bisa hanya menginformasikan penundaan penyelenggaraan, dan menjamin Commitment Feenya tidak hangus. Sebab rakyat butuh kepastian angka, dan statusnya bagaimana," jelasnya.

"Saya berharap Gubernur mau menjawab itu, sembari kita semua tabayyun. Saya yakin Pak Anies pasti punya alasan kuat dan akan memberikan klarifikasi," tambahnya.

Uang Commitment Fee Tidak Hangus

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria memastikan commitment fee yang dibayarkan Pemerintah Provinsi DKI untuk Formula E tidak hangus. Kendati waktu pelaksanaan kompetisi mobil balap listrik tersebut belum terkonfirmasi.

Dia menjelaskan, alasan dana tidak hangus karena pandemi Covid-19 saat ini merupakan kondisi luar biasa yang tidak terprediksi.

"Kalau soal dana itu kan tidak hilang ini kan force majeur kalau ada pandemi ini kan tidak berarti dana yang sudah dibayar itu tidak hilang, tidak hilang dana yang sudah pernah dibayarkan," katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (13/11).

Namun, politikus Gerindra itu enggan mengomentari lebih lanjut alasan Pemprov DKI tidak menarik Rp 560 miliar sebagai committee fee Formula E untuk penanganan Covid-19. Desakan ini, sempat diutarakan fraksi PSI.

Riza menuturkan perhelatan Formula E masih menunggu kepastian pandemi Covid dapat terkendali.

"Formula E tadinya itu tahun 2020 tetapi karena pandemi covid-19 itu kan ditiadakan nanti kita lihat apakah dimungkinkan di tahun 2021 kita belum tahu. Kita lihat nanti kondisinya," tegasnya.

Perlu diketahui bahwa keputusan ditunda gelaran ajang balap mobil listrik itu telah diumumkan Gubernur Anies Baswedan, dikarenakan pandemi Covid-19 di Ibu Kota masih belum terkendali. Keputusan Anies itu turut disetujui oleh Formula E Operations (FEO) selaku promotor dan pemegang lisensi ABB FIA Formula E Championship.

Corporate Communications Manager PT Jakarta Propertindo (Perseroda), Melisa Sjach memastikan penundaan itu tidak mengakibatkan dana commitment. Manajer Komunikasi PT Jakarta Propertindo (Jakpro) selaku pelaksana Formula E, Melisa Sjach menekankan bahwa biaya komitmen atau commitment fee yang Anies sempat serahkan ke pihak Formula E sebesar Rp 560 miliar tidak akan hilang.

Hal tersebut, lanjut Melisa, dikarenakan pihak Formula E memahami bahwa penundaan tersebut disebabkan pandemi Covid-19 yang masuk kategori kejadian luar biasa. 

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP