Pesan khusus Ahok buat Sony pimpin DKI
Merdeka.com - Pasangan peserta pemilihan gubernur DKI Jakarta sejak 28 Oktober hingga 11 Februari 2017 mendatang mulai hari ini melakukan kampanye terbuka. Calon petahana gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengatakan, mempunyai pesan khusus buat Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Sumarsono selama dirinya melakukan kampanye.
Ahok meminta Sumarsono untuk mengawasi jajarannya agar tetap netral di Pilgub DKI selama menggantikan dirinya sementara memimpin ibu kota. Ahok mau penegakan Undang-undang Aparatur Sipil Negara (ASN) dapat berjalan.
Menurut Ahok, Sumarsono yang menjabat sebagai Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri sudah mengerti pentingnya netralitas. Oleh karena itu dirinya hanya tinggal mengingatkan hal tersebut agar tetap direalisasikan.
"Saya kira Plt ini mengerti kok. Pasti dia bisa tahu orang-orang main enggak main, ada bukti, ada laporan orang," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (27/10) kemarin.
Mantan Bupati Belitung Timur ini juga meminta kepada Sumarsono atau akrab disapa Sony untuk tegas memberikan sanksi kepada PNS yang berpolitik. Berdasarkan UU ASN, maka pegawai tersebut harus dipecat.
"Kalau dukung mendukung pecat saja sesuai aturan," kata Ahok.
Sony sendiri mengaku memiliki tiga poin penting yang menjadi fokus selama menggantikan Ahok. Sony mengharapkan, satuan kerja perangkat daerah (SKPD) bekerjasama menjalankan roda pemerintahan selama menjabat.
Poin pertama yakni sukses penyelenggaraan urusan pemerintahan sesuai dengan Undang-undang nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintahan. Namun, dia mengungkapkan, jika ada pekerjaan yang bisa menunggu Ahok itu, maka dirinya tidak akan memaksakan. Dia hanya akan mengeksekusi program kerja yang memang tidak bisa ditunda.
"Jika masih bisa ditunda selama empat bulan ke depan silakan Pak Basuki yang tandatangan. Tapi begitu yang nggak bisa ditunda saya akan melanjutkan," kata Sony.
Sedangkan, poin kedua, Sony akan menyukseskan penyelenggaraan Pilkada DKI Jakarta 2017 mendatang. Caranya dengan menjaga netralitas Pegawai Negeri Sipil (PNS). Dan poin ketiga, sukses Perda APBD 2017 dan Perda Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Dia mengungkapkan, akan melakukan komunikasi dengan Sekretaris Daerah DKI Saefullah untuk menjalankan tiga poin tersebut. Selain itu koordinasi dengan SKPD terkait untuk bekerja sama selama 3,5 bulan.
"Saya akan konsolidasi terus dengan Pak Saefullah, untuk menjalankan birokrasi ini dengan baik. Saya harapkan tiga sukses ini mudah-mudahan dalam 3,5 bulan bisa tercapai," tutup Sony.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya